Nikmatnya Umrah Ramadhan

oleh

Tarawih di malam ganjil 10 hari terakhir Ramadan memang menjadi primadona, baik jamaah umrah dari berbagai negara maupun penduduk Mekkah sendiri. Ada banyak alasan mengapa tarawih di Masjidil Haram di akhir Ramadan begitu menggoda. Termasuk Adel yang juga ikut dalam perjalanan ini.

Apabila ingin tarawih di dalam Masjidil Haram dari hotel kita harus berangkat sebelum salat Ashar,” begitu Adel, pemilik Adeline Travel asal Jakarta yang menjalankan Umroh Konsorsium MHTI Ramadhan lailatul Qodar , bercerita kepada media. “Apalagi itu malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan.”

Pertama, kata Adel, pahala. Mengutip hadis Nabi, dia menerangkan pahala salat di Masjidil Haram 100 ribu kali lipat dari pahala di masjid biasa. Tak heran orang dari berbagai dunia berduyun-duyun memenuhi Mekkah.

Kedua, kesahduan suasana tarawih: dari mulai bacaan imam-imam besar Masjidil Haram yang merdu membuat jamaah kuat terhanyut dan rela berdiri untuk salat 20 rakaat selama dua jam dari mulai Isya pukul 21.09 hingga pukul 23.00. Siapa yang tak kenal suara bariton Imam Al Ghamidi atau Imam Sudais. Bacaannya kadang mengajak jamaah untuk menangis bersama. Satu malam tarawih biasanya mereka membaca 1 juz Al Quran (setara dengan 20 halaman, jadi satu rakaat sekitar satu halaman Al Quran).

“Tarawih 10 hari terakhir Ramadan itu nikmatnya tak tertandingi,” ujar Ustad Rahmat Fadillah pemilik FIT Travel, dan juga Wakil Ketua Asosiasi MHTI. Mekkah.

Beliau sering sekali membawa jamaah umroh dan haji, tetapi dikhususkan datang 10 malam terakhir di bulan Ramadhan ingin datang lagi dan lagi setiap tahunnya.

Bukan cuma tarawih yang bikin kangen. Di Masjidil Haram juga digelar salat qiyamul lail (berdiri di saat malam). Salatnya berjumlah 10 rakaat plus 3 rakaat salat Witir. Salat ini digelar pukul 00.40 sampai pukul 02.30 dini hari. Pada setiap salat bacaannya jauh lebih panjang dari bacaan salat Tarawih. Jamaahnya juga membludak. Jadi dalam semalam ada dua gelombang jamaah yakni Tarawih pukul 21.00 dan qiyamul lail pukul 00.40.

Ibu Indarti, jamaah asal Jakarta termasuk jamaah yang “hardcore”. Setiap malam dia memburu ikut jamaah Tarawih 20 rakaat plus jamaah qiyamul lail 13 rakaat. Apa asmanya tidak kambuh ?”Ya capek, tapi hati puas,” ujar pengusaha kue kering yang sudah delapan kali berumrah itu. Tapi beliau baru pertama kali mengikuti umroh di bulan Ramadhan kali ini.

“Bacaan imam tarawih sudah sangat enak, tapi bacaan imam-imam qiyamul lail lebih dahsyat lagi,” kata Arni dan Winda, jamaah umrah asal wonosobo dan semarang. Satu rakaat bacan surahnya bisa sampai 30 menit. Dan mereka sangat berkesan dan takjub akan hal ini.

Yang bikin dahsyat, qiyamul lail ini pada rakaat terakhir Witir selalu ditutup dengan doa qunut. Tapi, ini bukan qunut biasa seperti yang dibaca di masjid-masjid Nahdlatul Ulama. Ini doa qunut plus-plus. Satu doa bisa dibaca 10-15 menit. Isinya semua doa hafalan di kitab-kitab kuning seperti tertumpah di sini dan Imam membaca doa dengan kesungguhan, suaranya bergetar, membikin merinding dan menangis bersama. Menurut Bapak Sugiono bersama istri jamaah dari Serpong (giblatar tourtravel)

Memburu lailatul qadar di Mekkah bak menikmati hidangan di restoran fine dining. Semua dinikmati dengan pelan dan tenang. Semua bacaan surah dan doa disesap perlahan, bukan buru-buru selesai. Ibadah ini bukanlah ibadah “junkfood” atau ibadah instan seperti salat tarawih di beberapa daerah di Indonesia ujar Bapak Dodi dan Istri jamaah Jakarta ( Astour Travel ) .
Lailatul Qadar merupakan malam penting pada bulan suci Ramdhan. Malam diturunkannya kitab suci Al Quran, yang digambarkan sebagai malam terbaik dari seribu bulan. Menurut Bapak Amir Hamzah dan keluarga Jamaah bintaro ( giblatar travel )

Ramadhan betul-betul membawa berkah. Hotel-hotel sampai penginapan sederhana di sekitar Masjidil Haram semua penuh terisi dan harganya tinggi. Rumah makan dan toko-toko diantri. Angkot dan taksi pasang tarif tingi-tingi. Dan kami semua menjalaninya dengan senang hati. Karena berharap Ridho Illahi. Uang dapat dicari, tapi keberkahan yang telah kami dapat lebih berarti. Menurut mbahmin jamaah dari Lombok.( Labaika Travel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *