Himpuh Gelar Buka Bersama, Bahas Persiapan Haji 1440 H

oleh

Jakarta – Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) menyelenggarakan rapat anggota dan buka puasa bersama. Acara yang dilaksanakan di Jakarta ini dihadiri segenap pengurus dan diikuti oleh seluruh anggota Himpuh yang berjumlah lebih dari 300 anggota biro travel haji khusus dan umrah.

Dalam forum ini, dibahas kerjasama antara BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) dengan Himpuh tentang Sosialisasi Daging Dam Haji. Kerjasama juga menggandeng Bank Muamalat sebagai mitra perbankan.

“Bagaimana kita berusaha bekerjasama dalam hal daging Damm Haji bisa untuk didatangkan di Indonesia. Ini kerjasama antara BPKH, Himpuh dan Bank Muamalat,” kata Ketua Umum Himpuh, Baluki Ahmad di lokasi acara, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Jemaah haji Indonesia yang beribadah haji dengan cara haji tamattu diwajibkan untuk membayar dam atau denda. Himpuh berharap daging damm ini bisa didatangkan ke Indonesia dan bisa didistribusikan ke para dhuafa atau fakir miskin di Indonesia. Dengan menjunjung azaz kemanfaatan, yang mana di Indonesia lebih membutuhkan daging dibanding Arab Saudi.

Dam menurut syariah ialah denda atau tebusan yang wajib dibayar oleh jamaah haji akibat pelanggaran ketentuan dan peraturan haji. Di antara contoh pelanggaran itu, misalnya, melanggar larangan ihram seperti memakai pakaian. Bentuk pelanggaran lain, seperti tidak menunaikan wajib haji, mabit di Mina, atau Muzdalifah.

Pemberlakuan dam, salah satunya merujuk pada ayat 196 surah al-Baqarah. “Dan, sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit) maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat dan jangan kamu mencukur kepalamu sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur) maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi, jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu) maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah 10 (hari) yang sempurna.”

Selain sosialisasi kerjasama daging Sama haji, dalam rapat anggota Himpuh ini dibahas penerbitan visa umrah. Kemudian dibahas juga penerapan sistem pengawasan dan persiapan penyelenggaraan haji khusus 1440 H.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *