Dana Haji di BPKH Rp 115 Triliun, Tak Ada Untuk Infrastruktur

oleh

Jakarta- Dana haji yang dikelola oleh BPKH hingga Mei 2019 ini mencapai Rp115 triliun atau meningkat sebesar Rp 10 triliun dalam setahun. Dana tersebut telah ditempatkan dan diinvestasikan melalui berbagai instrumen keuangan syariah yang aman dan optimal.

“Dana kami 115 triliun. Dana masih utuh dan ada buktinya. Ini untuk menjawab hoax. Semua investasi terkait dengan haji,” kata Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu saat buka puasa bersama dengan Himpuh di Jakarta, Selasa (14/5/2019).

BPKH memproyeksikan nilai manfaat sebesar Rp 7,3 Triliun yang akan digunakan untuk membiayai biaya operasional haji tahun 2019.

Untuk penambahan kuota 10 ribu jamaah haji, BPKH mendukung pembiayaannya melalui efisiensi pengadaan Saudi Arabia Riyal (SAR) senilai Rp 65 miliar; dan optimalisasi nilai manfaat Rp 55 miliar. Dari total kebutuhan biaya Rp 353,7 miliar, BPKH akan memberikan kontribusi Rp 120 miliar, sisanya sebesar Rp 50 milyar dari efisiensi operasional haji oleh Kemenag dan Rp 183,7 miliar dari APBN.

Anggito menegaskan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa keuangan BPKH menipis. Dana BPKH berkecukupan dan aman. Lebih penting lagi untuk diketahui tidak ada satu rupiahpun dana haji digunakan langsung untuk kepentingan pembangunan infrastruktur.

“Kami menjajaki investasi di Saudi Arabia untuk hotel, catering khususnya saat di Mina Arafah, ” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *