Jemaah Umrah PT Al Marhamah Ziarah ke Museum Al Quran

oleh

Madinah – Museum Al-Quran keberadaannya tidak jauh dari Masjid Nabawi, tepatnya berada depan masjid
No. 5 di sisi selatan Masjid Nabawi. Museum yang menempati gedung berwarna cokelat ini, dibuka pada jam 06.00 WAS hingga 12.00 WAS kemusian pukul 16.00 WAS hingga 22.00 WAS atau tepatnya pada jam-jam setelah shalat fardu.

Rombongan jamaah umrah PT Al Marmah Cahaya Utama dengan pembimbing Ustadz H. Burhanuddin Muhammad Battoa, LC mengunjungi Museum Al-Quran. PT Al Marhamah adalah biro perjalanan umrah dan haji khusus yang sudah mengantongi izin dari Kementerian Agama. PT Al Marhamah adalah perusahaan satu grup dengan PT An-Naba International.

Melihat rombongan yang menanti sudah banyak, pengelola museum di depan pintu langsung membuka pita pembatas dan mempersilahkan jamaah masuk ke ruangan.

Saat berada di ruang pertama, jamaah disambutan hangat oleh pemandu museum yang berasal dari Indonesia. Ia dengan antusias mulai bercerita tentang koleksi Museum Al-Quran.

Diawali dengan firman Allah SWT, bagaimana Al-Quran diturunkan dan dijaga Allah. Bagaimana Islam dan Al Quran mengubah kehidupan manusia, dijelaskan oleh pemandu di dalam ruang audio visual yang menampilkan sekelumit sejarah peradaban.

Museum yang didesain khusus ini, menggambarkan bagaimana Al-Quran dibuat sejak zaman Khalifah hingga sekarang.

Koleksi Museum Al Quran Madinah sangat banyak. Di awal, pemandu museum menceritakan sekilas soal sejarah Al-Quran dan penjelasan soal proses penulisan Al-Quran yang butuh ketelitian tinggi.

Seperti museum lainnya, pada Museum Al-Quran juga ada tempat membeli cendramata namun yang dijual semuanya terkait dengan Al-Quran termasuk sajadah serta parfum. Pengunjung bisa juga mewakafkan Al-Qurannya melalui pengelola museum, namun pesan yang diharapkan yakni bagaimana setiap keluarga muslim selalu menyemarakan lingkungannya dengan ayat-ayat Al-Quran.

Pemandu kami menunjukkan sebuah kaligrafi ditulis dengan tinta emas dibuat oleh Sultan Mahmud II dari Kesultanan Usmaniyah (1785-1839).

Ada Al-Quran raksasa berukuran 143×80 cm dan beratnya 154 kg. Al-Quran ini ditulis tangan oleh Ghulam Muhyiddeen, 197 tahun lalu dan selesai tahun 1825.

Al-Quran yang kecil juga ada. Misalnya, Al-Quran sangat tua yang ditulis tangan oleh Abdullaah As Sayrafee 694 tahun lalu yang selesai tahun 1342. Ukurannya 22×16 cm dengan lukisan dan dekorasi indah dalam lembarannya.

Koleksi paling tua berumur 949 tahun, ini adalah Al Quran sangat langka yang ditulis di kulit rusa ukuran 15×15 cm oleh Ali ibn Muhammad Al Batalyoosee selesai tahun 1095 ukuran 15×15 cm.

Yang paling mewah adalah Al Quran ukuran 35×40 cm yang ditulis dengan tinta emas murni dalam setiap lembarnya oleh Abdullaah ibn Muhammad ibn Mahmood Al Hamadanee, 727 tahun lalu dan selesai tahun 1310.

Bagi jamaah haji atau umrah yang akan bertandang ke Museum Al-Quran ini tidak perlu ragu, karena gratis dan mudah dijangkau serta guidenya beragam disesuaikan dengan asal negara pengunjung.

Seperti museum lainnya, pada Museum Al-Quran juga ada tempat membeli cendramata namun yang dijual semuanya terkait dengan Al-Quran termasuk sajadah serta parfum. Pengunjung bisa juga mewakafkan Al-Qurannya melalui pengelola museum, namun pesan yang diharapkan yakni bagaimana setiap keluarga muslim selalu menyemarakan lingkungannya dengan ayat-ayat Al-Quran.

Hampir semua jemaah umrah PT Al Marhamah membeli cenderamata seperti sajadah, Al Quran, dan suvenir lainnya. Tak sedikit pula jemaah membeli Al Quran untuk dibagikan di Masjid Nabawi. Subhanallah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *