Jamaah Umrah PT Al Marhamah Ziarah ke Jabal Uhud

oleh

Madinah – Sebanyak 54 jamaah menunaikan ibadah umrah dengan PT. Al Marhamah Cahaya Utama. Biro travel yang berkantor pusat di Jakarta dan memiliki cabang di Sulawesi Selatan ini merupakan perusahaan satu grup dengan PT An-Naba International. Perusahaan biro travel yang sudah mengantongi izin sebagai perusahaan penyelenggara ibadah umrah (PPIU) dan izin sebagai perusahaan penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) .

Jamaah di Kota Madinah Al Munawwarah pada Senin (29/4/2019). Setelah tiba di Madinah, jamaah memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi.

“Program umrah ini dimulai dari tanggal 29 April hingga 10 Mei 2019. Jamaah akan selalu didampingi dan dibimbing oleh pembimbing ibadah dari Al Marhamah Grup. Pendampingan kepada jamaah dengan pelayanan utama adalah prioritas nomor satu yang diberikan travel ini,” kata pimpinan Al Marhamah Cahaya Utama Cabang Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, Ustadz H. Burhanuddin Muhammad Battoa, LC.

Jamaah diajak untuk memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi. Jamaah juga bersama-sama ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di Raudhah.

Selain itu, PT Al Marhamah Cahaya Utama juga mengajak jemaah ziarah city tour Kota Madinah. Seperti ziarah ke Jabal Uhud, Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Pasar Kurma atau Kebun Kurma dan lain sebagainya.

Jabal Uhud memiliki keistimewaan tersendiri. Jabal Uhud adalah salah satu bukit yang dijanjikan kelak ada di surga.

“Jika kita hendak melihat bukit yang terdapat di surga, maka ziarahlah ke Bukit Uhud. Nabi SAW bersabda, ‘Bukit Uhud ialah salah satu dari bukit-bukit yang terdapat di surga’,” demikian hadis yang diriwayatkan HR Bukhari.


Bukit Uhud atau Jabal Uhud ialah sebuah bukit berjarak 5 kilometer di sebelah utara Kota Madinah dengan elevasi keagungannya sekitar 1.077 meter di atas permukaan laut. Bukit ini selalu diingat oleh umat Islam sebab di lembah gunung ini pernah terjadi pertempuran besar antara pejuang Islam dan kaum kafir Quraisy pada 15 Syawal 3 Hijriah (Maret 625 Masehi) yang mengakibatkan 70 pejuang Islam mati secara syahid.

Suatu ketika, Rasulullah SAW sedang bersama-sama Sayyidina Abu Bakar RA, Sayyidina Umar Al-Faruq RA, dan Sayyidina Utsman bin Affan RA. Setelah keempatnya sedang di puncak, terasa Gunung Uhud bergetar.

Rasulullah SAW kemudiannya menghentakkan kakinya dan bersabda, ” Tenanglah Wahai Uhud. Di atasmu sekarang ialah Rasulullah seorang shiddiq dan dua yang kelak akan mati syahid.”

Tak lama setelah itu Uhud berhenti bergetar. Demikianlah tanda kerinduan dan kegembiraan Uhud menyambut Rasulullah.

Di lembah bukit ini dahulu pernah terjadi perang dahsyat antara kaum muslimin berjumlah 700 orang melawan gerombolan musyrikin Mekkah dengan jumlah yang tidak seimbang. Mereka menyerang dengan serdadu tak kurang dari 3.000 orang.

Dalam peperangan tersebut kaum muslimin yang gugur mencapai 70 orang syuhada, di antaranya paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muththalib, yang digelari Asa¬≠Dullah wa Asadur Rasul (Singa Allah dan Rasul-Nya), Mush’ab bin Umair, dan Abdullah bin Jahsyin. Para syuhada tersebut dimakamkan di lokasi mereka gugur, di dekat Gunung Uhud.

Nabi Muhammad SAW sendiri dalam pertempuran tersebut mendapat luka-luka. Dan sahabat-sahabatnya yang menjadi perisai guna Rasulullah turut gugur, dengan kondisi badan dipenuhi anak panah.

Setelah perang usai dan kaum musyrikin mengundurkan diri pulang ke Mekkah, maka Nabi Muhammad SAWmemerintahkan supaya mereka yang gugur dimakamkan di lokasi mereka roboh, sampai-sampai ada satu liang kubur terdiri dari sejumlah syuhada.

Kecintaan Rasulullah SAW untuk para syuhada Uhud, khususnya Sayyidina Hamzah mendorong Beliau melaksanakan ziarah ke Jabal Uhud nyaris setiap tahun. Jejak ini pula yang sampai saat ini diikuti umat Islam, bahkan semenjak zaman pemerintahan para khalifah sesudah Rasulullah SAW wafat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *