Liburan ke China, Jangan Lewatkan Tempat Wisata di Kunming China Berikut!

oleh

Panduan Wisata di Kunming, Ibukota Provinsi Yunnan di China
Ingin tahu tempat wisata di Kunming China mana saja yang wajib dikunjungi? Pertama-tama, kamu perlu tahu sedikit tentang kota ini. Kunming adalah ibukota Provinsi Yunnan yang letaknya sekitar 1.377 km di sebelah barat kota Guangzhou. Kota ini dulunya dikenal dengan sebutan kota Yunnan hingga tahun 1920an. Kota Kunming China sendiri merupakan pusat administrasi, kebudayaan, komunikasi, politik, dan ekonomi dari Provinsi Yunnan. Jadi, jika sedang atau ingin jalan-jalan ke Yunnan China, kota Kunming tak boleh dilewatkan. Nah, apa saja tempat wisata di Kunming China yang layak disambangi? Berikut ulasannya.

1. Menjelajahi Wisata Alam yang Unik, Stone Forest
Stone Forest

Jangan meninggalkan Kota Kunming tanpa mengunjungi Stone Forest, disebut juga Shilin. Tempat ini merupakan salah satu ikon wisata Kunming. Wajib masuk ke daftar tempat wisata Yunnan China kamu! Sesuai Namanya, tempat wisata unik yang satu ini berupa hutan batu yang sangat luas, yaitu sekitar 500 kilometer persegi. Stone Forest bisa ditempuh dalam waktu sekitar satu setengah jam dari pusat kota Kunming dengan mobil pribadi. Jangan khawatir nyasar, karena setiap pemandu wisata dan sopir-sopir di sana tahu pasti dimana lokasi taman formasi batu kapur yang super terkenal ini. Tak hanya di Yunnan tempat wisata ini pun merupakan ikon wisata penting di China. Selain unik, tempat ini ternyata cukup tua loh. Formasi bebatuan ini sangat terkenal sejak zaman Dinasti Ming yang berkuasa dari tahun 1368 hingga tahun 1644. Purba nih!

Stone Forest bisa kamu jelajahi dengan menggunakan mobil listrik dan juga berjalan kaki. Siapkan tenaga dan dirimu untuk berpetualang di antara formasi batu yang menjulang tinggi! Yang unik dari hutan batu ini adalah bahwa formasinya tertata sedemikian rupa, seakan-akan dipahat oleh tangan manusia. Ada yang menyerupai bentuk gajah, beruang, bahkan wajah manusia! Padahal semua formasi batu yang ada di tempat ini seluruhnya adalah bebatuan purba yang alami. Demi kenyamanan para pengunjung, pengelola menyediakan bangku-bangku dan gubuk tempat kita bisa beristirahat dan bersantai, sambil terus memandangi keindahan sekitar. Oh ya, tempat wisata ini juga mendapat kategori terbaik dari pemerintah, dan merupakan salah satu Tempat Warisan Budaya UNESCO loh! Pastinya, sangat worth buat dikunjungi.

2. Mengagumi Simbol Kota Kunming, Jinma Biji Square
Jinma Biji

Nah, tadi kita sudah berbicara tentang ikon wisata alam di Kunming. Sekarang waktunya membahas ikon kota Kunming China itu sendiri. Jinma Biji (dibaca cin ma bi ji) berarti kuda emas dan ayam jantan zamrud. Bahasa Inggrisnya Golden Horse and Emerald Rooster. Dua gerbang ini terlihat mencolok dengan gedung-gedung tinggi yang terlihat modern di sekitarnya. Sama seperti Stone Forest, gerbang dengan arsitektur khas China ini sangat tua. Yaitu sekitar 400 tahun yang lalu, ketika dua struktur bangunan ini dibangun pada masa pemerintahan Dinasti Ming.

Mengapa dinamakan demikian? Gerbang Golden Horse berada di sebelah timur dan berlawanan arah dengan gunung bernama sama. Sementara gerbang Jade Rooster berada di sebelah barat dan berlawanan arah dengan gunung Green Chicken. Selain memang merupakan bangunan yang unik, ada satu keunikan lain yang membuat keduanya dianggap sebagai Dewa Matahari dan Dewi Bulan. Pasalnya, pada waktu tertentu di musim gugur, bayangan gerbang Biji dari matahari dan bayangan gerbang Jinma dari bulan akan terlihat bersatu! Hal ini konon terjadi di sekitar waktu eqionox musim gugur dan berulang setiap 60 tahun sekali. Kejadian ini diperkirakan akan terjadi kembali pada tanggal 22 September 2029. Wah, bisa jadi waktu yang tepat untuk berkunjung ke Kunming .


Ketiga
Jiuxiang cave

Dikenal sebagai “museum gua karst”, Jiuxiang menawarkan lebih dari 100 gua karst dan merupakan sistem grup gua terbesar di Cina. Formasi gua sangat bervariasi dan sungai, air terjun, dan jembatan batu alam sangat mempesona.

Jiuxiang terdiri dari lima area indah, di antaranya hanya Jembatan Diehong yang sepenuhnya dikembangkan dan sekarang terbuka untuk umum.

Ngarai yang Mengerikan
Ngarai yang Mengerikan (Jīnghún Xiá 惊魂 is) diyakini sebagai ngarai bawah tanah paling megah di Cina dengan panjang sekitar 700 meter dan kedalaman hampir 100 meter. Itu mendapat namanya untuk menghormati para perintis yang mencoba membuka jalur wisata ini dengan sangat hati-hati agar tidak jatuh ke dalam jurang.

Green Shady Valley
Green Shady Valley (Yìncuì Xiá 荫 翠 峡) membentang sekitar 1 kilometer, diapit oleh pohon-pohon hijau . Anda bisa naik perahu melintasi lembah dan mendengar suara-suara bergema dari tebing. Itu memiliki nama lain ‘Love Valley’ karena itu adalah tempat bagi pria dan wanita muda untuk menyanyikan lagu-lagu untuk menemukan kekasih.

Gua Kelelawar
Ada ribuan kelelawar yang tinggal di Gua Kelelawar (Biānfú Dòng 蝙蝠洞), karena itulah namanya. Sangat mengesankan karena stalaktitnya . Itu terlihat seperti hutan batu terbalik.

Gua Naga Berbaring
Sungai bawah tanah berbentuk naga melewati gua, sehingga disebut Gua Naga Berbaring (Wòlóng Dòng 卧龙 洞). Di gua, dua air terjun mengalir turun dari batu pada panjang 30 meter dan bertemu di kolam yang dalam di kedalaman 10 meter.

Mereka terlihat seperti dua kekasih yang setia melompat dari tebing di tangan untuk mati demi cinta, karenanya mereka dinamai ‘Air Terjun Terbang Wanita dan Pria’ (Cíxióng Fngi Pù 雌雄 飞瀑).

Balai Singa Jantan
Male Lion Hall (Xióngshī Tīng 雄狮 厅), sebuah ruang bawah tanah oval, mendapat namanya karena stalaktit seperti singa di pintu masuk. Ini mencakup 15.000 meter persegi tetapi tidak punya pilar di aula. Ini dikenal sebagai aula bawah tanah terbesar di dunia .

Konsorsium China Muslim yang terdiri dari Skypam Tour & Travel (Jakarta), Safa Tour (Jakarta), Cahaya Hasanah Travel (Jakarta), CBC Tour & Travel (Karawang), Azka Tour & Travel (Lampung), Adeline Tour & Travel (Jakarta) dan Arrahman Wisata Insani Tour & Travel, telah melakukan halal tour atau wisata muslim ke sejumlah destinasi di China. Mereka berangkat dari tanggal 21 April hingga 25 April 2019 dengan tour guide Jimy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *