Kemenag Sulsel: Antusias Masyarakat Sidrap Untuk Haji dan Umrah Luar Biasa

oleh

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Kaswad Sartono MAg mengatakan, Sidrap merupakan kabupaten urutan pertama di Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal pelunasan biaya haji 2019. Rata-rata prosentase pelunasan haji di berbagai kabupaten kota di Provinsi Sulawesi Selatan di kisaran 72 persen.

“Kuota haji tahun ini untuk Kabupaten Sidrap sebanyak 254. Per hari ini yang sudah melunasi 234, masih 20 orang yang belum melunasi. Ini pelunasan tertinggi di Sulawesi Selatan per hari ini, mencapai 92 persen,” kata H. Kaswad saat meresmikan Kantor Cabang PT An-Naba International Kabupaten Sidrap, Rabu (3/4/2019).

Menurut H. Kaswad, kuota haji Provinsi Sulawesi Selatan untuk tahun ini mencapai 7.296 jamaaah. Sedangkan yang sudah melunasi biaya haji sebanyak 5.190 jamaah. Rata-rata tiap kabupaten sebanyak 72 persen yang sudah melakukan pelunasan.

Sedangkan untuk Kabupaten Sidrap, tingkat pelunasan biaya haji mencapai 92 persen. Antusias masyarakat Sidrap sungguh luar biasa.

“Sidrap tertinggi. Tingkat umrah di Sidrap luar biasa, bahkan hajinya juga luar biasa,” tegas H. Kaswad.

H. Kaswad yang juga menjabat sebagai Ketua Kabid PHU se-Indonesia ini menambahkan, kalau berbicara soal haji dan umrah, tak lengkap dan kurang sempurna rasanya kalau tidak menyinggung Provinsi Sulawesi Selatan dan Kabupaten Sidrap. Mengapa demikian?

“Di Sulawesi Selatan itu ada kombinasi iman, budaya, dan ekonomi. Inilah yang membuat masyarakat Sulawesi Selatan ini tingkat antusias mengunjungi Baitullah sangat luar biasa. Tentu daerah lain ada, tetapi Sulawesi Selatan beda,” kata H. Kaswad

“Di Kabupaten Sidrap ini masyarakatnya mungkin memiliki rumah sederhana, mungkin tingkat pendidikannya SR atau hanya SMP. Tapi suami istri untuk umrah dan haji sungguh luar biasa, ini terkait budaya,” tambahnya.

Di sisi lain, meski kuota haji di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 7.296, tetapi waiting list atau masa tunggu dari pendaftaran hingga keberangkatan calon jamaah haji, menduduki peringkat pertama paling lama bila dibandingkan dengan wilayah atau provinsi lain. Bila di provinsi lain masa tunggunya di kisaran 15 hingga 20 tahun, di Sulawesi Selatan ini masa tunggunya 38 hingga 42 tahun sejak dari pendaftaran.

“Kalau dirangking nasional, 7 tertinggi nasional dengan masa tunggu terlama salah satunya adalah Kabupaten Sidrap,” tegasnya.

Oleh karena itu, kata dia, pembinaan terhadap jamaah yang mana masyarakatnya memiliki tingkat ekonomi yang mapan, budaya dan tingginya antusias untuk beribadah, ini menjadi peluang bisnis yang luar biasa bagi biro penyelenggara ibadah haji khusus dan umrah. Apalagi haji furoda nantinya sudah masuk dan dilegalkan oleh pemerintah dan diatur dalam undang-undang.

“Kalau masih seperti ini potensi haji khusus dan umrah luar biasa. Maka tak salah PT An-Naba International membuka cabang di Sidrap ini, ” tutup H. Kaswad.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *