PT An-Naba International Berangkatkan 47 Jamaah Umrah

oleh

PT. An-Naba International adalah biro travel yang sudah mengantongi izin perusahaan penyelenggara ibadah umrah (PPIU) dan izin sebagai perusahaan penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK). Direktur Utama PT An-Naba International H. Andi Aminuddin, LC mengatakan, hari Selasa (12/3/2019), sebanyak 47 jamaah PT An-Naba berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah.

“Ada 47 jamaah yang berangkat ke Tanah Suci. Jamaah akan langsung menuju Madinah, ” kata H. Andi Aminuddin kepada media Rindu Kabah di Jakarta,  Selasa (12/3/2019).

Menurut Andi, program umrah ini 5 hari di Madinah dan 6 hari di Mekkah. Jamaah akan selalu didampingi dan dibimbing oleh pembimbing ibadah PT An-Naba International. Pendampingan kepada jamaah dengan pelayanan utama adalah prioritas nomor satu yang diberikan PT An-Naba International.

Rombongan jamaah umroh PT. An-Naba International ini berangkat dengan maskapai pesawat Garuda Indonesia.  Jamaah diterbangkan dari Bandara Hasanuddin Makassar langsung ke Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz Kota Madinah Al-Munawwarah.

“Jemaah dibimbing langsung oleh Al-Ustadz H. Burhanuddin Muh, LC, ” kata pembimbing muda PT An-Naba International,  H. Azhar Burhanuddin.

 

Madinah dan Raudhah

Begitu sampai di Madinah,  jamaah akan diajak untuk memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi.  Jamaah juga akan bersama-sama ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di Raudhah.

Makam Nabi Muhammad SAW yang berada satu kompleks dengan Masjid Nabawi. Raudhah menjadi magnet tersendiri yang selalu menjadi incaran jutaan jamaah yang singgah di Madinah. Kompleks makam Nabi pun tak pernah sepi dari peziarah selama 24 jam.

Tidak mudah untuk bisa ke Raudhah. Butuh perjuangan keras untuk masuk ke Taman Surga itu. Harus mencari waktu supaya bisa melaksanakan salat dua rakaat dan berdoa di Raudhah, makam Rasulullah SAW. Harus suci dari hadas atau telah berwudu saat masuk Raudhah.

Jamaah akan diajak dan dibimbing membaca doa dan salam kepada Nabi Muhammad SAW. Selanjutnya doa salam kepada sahabat Nabi, Abu Bakar Ashiddiq dan Umar Bin Khattab. Kemudian jemaah umrah juga membaca doa dan salam untuk sahabat Nabi yang juga termasuk khalifah, Usman Bin Affan yang makamnya ada di Baqi. Bersama istri-istri dan putra putri Nabi yang juga dimakamkan di Baqi. Makam tertua yang terletak tak jauh dari Raudhah, makam Rasulullah.

Makam Nabi Muhammad SAW berbentuk kotak besar warna hijau dihiasi kaligrafi Alquran. Makam Nabi Muhammad SAW satu tempat dengan sahabat Umar Bin Khattab serta Abubakar Ashiddiq.

Raudhah menjadi salah satu tempat yang sering dikunjungi jamaah haji maupun umrah. Mereka berlomba untuk bisa salat dan berdoa di tempat yang masih bagian dari Masjid Nabawi tersebut. Raudhah sendiri berarti taman. Di mana umat muslim diingatkan pada satu tempat ketika malaikat Jibril menyampaikan wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Kini, Raudhah berada di dalam Masjid Nabawi setelah ada perluasan.

Raudhah menjadi salah satu tempat berdoa yang mustajab. Karenanya, tak heran jika jamaah haji maupun umroh berduyun-duyun untuk bisa salat dan berdoa di tempat tersebut. Lokasi Raudhah ini tepatnya antara makam nabi dengan mimbar Rasul seluas 144 meter persegi. Ditandai dengan pilar warna putih dan dilengkapi lampu gantung khusus, berbeda dengan lampu gantung lainnya.

Yang membedakan Raudhah dengan masjid Nabawi, karpet di Raudhah berwarna hijau, sedangkan karpet Masjid Nabawi berwarna merah. Raudhah adalah lokasi di bumi yang ada di surga nanti. Tempat ini pula lah yang paling mulia di Masjid Nabawi sebagaimana sabda Rasulullah: “Antara rumahku dan mimbarku adalah taman di antara taman-taman yang ada di surga.” Semoga kita semua diberi kesempatan mengunjungi Raudhah, dan ziarah ke makam Rasulullah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *