Selfie di Titisee, Danau Menawan Dalam Hutan Black Forest

oleh

Jerman – Bisa selfie foto-foto di Danau Titisee Jerman adalah suatu kesenangan tersendiri bagi wisatawan. Danau Titisee memiliki pesona, kemolekan, keindahan yang sungguh luar biasa. Subhanallah…

Titisee adalah nama danau yang berlokasi di Jerman selatan. Danau seluas 1,3 kilometer persegi ini berada di dalam hutan Black Forest. Nama Titisee diambil dari nama Kaisar Romawi, Titus.

Danau Titisee berada di ketinggian 858 meter di atas permukaan laut dan memiliki kedalaman sekitar 40 meter. Danau ini berada di antara lereng hutan Black Forest Feldberg dan Hochfirst.

Danau Titisee populer menjadi lokasi wisata sejak awal abad ke-20. Selama ratusan tahun, keindahan kawasan ini masih terpendam. Dan sejak tahun 1929, mulai banyak orang yang bermukim di daerah lembah-lembah atau yang disebut Viertaler.

Di sekitar danau itu dibangun resor-resor tempat beristirahat. Banyak hotel dan penginapan bermunculan. Danau ini menjadi lokasi sempurna bagi mereka yang suka berenang, berlayar, dan berselancar angin pada musim panas.

Wisatawan bisa naik kapal atau sampan untuk mengelilingi danau ini. DanauTitisee adalah jantung Taman Alam Black Forest Selatan (Southern Black Forest Natural Park) yang juga menawarkan atraksi olahraga, mulai dari hiking sampai sepeda gunung.

Meski saat kami datang dan Danau Titisee dalam kondisi beku tertutup salju, namun tidak mengurangi aura pesonanya. Keindahan pemandangan danau Titisee tetap terpancar dan menghipnotis para wisatawan. Termasuk para peserta West Europe Moslem Educational Trip (WEMET) Batch 5 rombongan Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF), Kamis (14/2/2019).

“Spot-nya bagus-bagus, yuk kita foto-foto mumpung disini,” kata Hani dari MQ Travel salah satu peserta edutrip IITCF.

Rombongan Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) di antaranya Adinda Azzahra Tour and Travel, MQ Travel, Sari Ramada Travel, Patihindo, Anugerah Wisata, Cakra Tour, ADzikra Tour, Agindo Travel dan Delta Wisata.

Selain danau Titisee yang indah, Black Forest ternyata mampu menarik wisatawan mancanegara dengan sajian benda unik yang melegenda, dialah jam kukuk atau cuckoo clock atau Kukuksuhr. Jam kayu dengan suara burung kukuk…kukuk.

“Kita dijamu makan siang gratis di Restoran Zur Mühle,” kata Chairman IITCF Priyadi Abadi.

Black Forest yang ditumbuhi pepohonan cemara dan pinus ini menjadi sumber daya alam untuk membuat kerajinan jam yang mendunia. Adalah keluarga Drubba yang sudah lama menekuni pembuatan jam kukuk ini.

Jam kukuk adalah jam dinding dengan kotak kayu berbentuk rumah kecil dari kayu pinus. Rumah itu dilengkapi dengan sebuah jendela dan dihiasi dengan bunga yang terbuat dari ukiran kayu. Ada pendulum dan erekan rantai yang terlihat jelas. Setiap jam, jendela terbuka dan berbunyi suara burung “kukuk…kukuk” sambil mengangguk, atau membuka paruh, atau mengepakkan sayapnya. Nah, dari suara itulah jam itu diberi nama jam kukuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *