Inspiratif, Mantan Kurir Tiket Sukses Jadi Bos Travel

oleh

Paris – Pengalaman sebagai kurir tiket sebuah biro travel membawa Heri Purwanto menjadi pengusaha sukses biro perjalanan ibadah haji dan umrah Cakra Tour di kota Surabaya. Heri sebelumnya tidak memiliki ilmu di bidang travel atau bidang pariwisata, namun ia banyak memperoleh ilmu ketika menjadi seorang kurir tiket biro travel.

“Saat itu saya bertugas mengantar tiket. Saya tak pernah belajar dan kursus sekalipun, saya hanya belajar dengan teman-teman,” kata Heri saat mengikuti Edutrip IITCF Ke Eropa Barat belum lama ini.

Saat itu Heri mendapatkan banyak ilmu baik marketing, manajemen dan lainnya. Ia bertemu dengan banyak orang, dari mulai kalangan bawah hingga atas, salah satunya para direktur perusahaan. Ketika bertemu dengan seorang direktur perusahaan besar, Heri tidak pernah merasa rendah diri atau minder pada waktu itu, meskipun hanya berbekal sepeda motor.

“Jadi lucu juga kalau saya ingat-ingat , misalnya saat diundang suatu perusahaan besar. Saya berangkat dari kantor sudah pakai dasi tapi saya tutup jaket dan saya langsung menuju toilet untuk membersihkan wajah saya supaya kelihatan segar,” kenangnya tersenyum.

Setelah mendapat banyak pengalaman, Heri ingin mendirikan usaha biro travel. Ia pun menggandeng temannya yang memiliki modal untuk bekerjasama membangun usaha biro travel haji dan umrah Cakra Tour. Sebelumnya Cakra Tour merupakan usaha perdagangan umum, kemudian Heri mengurus dokumen untuk usaha travel. Dari nol Heri merintis Cakra Tour hingga akhirnya pada tahun 2004 Cakra Tour mendapatkan ijin resmi Kementerian Agama sebagaimana diatur dalam perundang- undangan.

Saat itulah Heri mulai aktif menjalankan bisnis travel umrah dan haji. Ia pun menjaring banyak jamaah dari relas-relasinya waktu ia menjadi kurir tiket biro travel. Itulah modal Heri dalam menjalankan bisnis umrah dan haji.

Heri juga bergabung di Forum Komunikasi Perjalanan Islam Indonesia atau Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF) untuk menambah pengalaman tentang kedisiplinan dan manajemen usaha biro travel.

Dalam mengembangkan bisnis travel, Heri menekankan untuk tidak berorientasi pada profit atau uang semata. Pelayanan kepada jamaah harus dilakukan yang terbaik, Insya Allah keuntungan bisnis akan mengikuti. Hal itu sudah dibuktikan Heri selama menjalankan bisnis travel ini. Lika-liku membangun Cakra Tour bagi Heri memang sungguh luar biasa. Ia pun tak lepas dari berbagai tantangan, salah satunya masalah visa.

“Saya pernah suatu ketika menunggu teman provider saya selama 3 hari, waktu itu jamaah saya 73 orang. Tiap hari kuota visa itu sekian, kalau tidak ditungguin jamaah saya bisa lewat semuanya, mungkin hanya separuh. Karena sudah akrab saya buntuti teman saya sampai ke Jakarta, dan tiap hari saya minta untuk memasukkan visa hingga akhirnya genap untuk 73 orang jamaah saya. Saya juga pernah kehabisan stiker visa di Kedutaan Besar Saudi Arabia. Jamaah saya 81 orang dan waktu itu saya di Istambul. Teman-teman ributnya masya allah di kantor saya, stiker visa tidak tertempel dan saya ruginya masya allah,” kenangnya.

Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, Heri selalu yakin bahwa Insya Allah kerugian itu akan diganti oleh Allah. Ia pun bertawakal kepada Allah karena apapun yang terjadi sebaiknya serahkan pada Allah.

“Yang penting kita sudah ikhtiar maksimal. Kalau takdirnya rugi ya kita nikmati, tawakkal. Insya Allah diganti. Benar, 3 bulan kemudian saya diundang oleh perusahaan besar untuk tender memberangkatkan jamaah umrah sebanyak 234 jamaah dan Alhamdulillah saya menang. Kemudian saya bilang, ini gantinya dari Allah SWT bahkan justru lebih,” tambahnya.

Pelayanan terbaik kepada jamaah dari awal perjalanan hingga selesai menjadi kunci bagi Heri dalam membesarkan Cakra Tour hingga memiliki beberapa cabang termasuk di kota metropolitan Jakarta. Ia pun berupaya untuk selalu me-maintenance jamaah yang sudah selesai menjalankan ibadah ke tanah suci.

“Bagaimana kita mengurus jamaah umrah dan peserta tour puas, itu akan membantu marketing kita. Marketing dari mulut ke mulut itu sungguh luar biasa dan sangat mahal, bukan mengesampingkan iklan di media massa. Kita memberikan servis yang luar biasa, maka jamaah akan jadi marketing yang handal. Pengalaman saya seperti itu ,” jelasnya.

Kesempurnaan ibadah dan pelayanan kepada jamaah adalah prioritas Heri. Kini Cakra Tour tak hanya menjadi biro perjalanan ibadah haji dan umrah, tetapi sudah merambah melayani wisata muslim ke sejumlah negara dan benua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *