Menelusuri Jejak Peradaban Islam di Belgia

oleh

Belgia – Sejumlah destinasi wisata dan masjid di Eropa Barat dikunjungi peserta Edutrip dari Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF). Saat di Belgia, Minggu (17/2/2019), rombongan IITCF singgah di Islamic Centre Brussels untuk melaksanakan shalat Dzuhur dan Ashar, jamak qasar.

Selain itu, sudah menjadi program rutin IITCF di setiap negara di Eropa Barat menjalin silaturrahmi dengan imam masjid setempat. Bingkisan cinderamata sebagai tanda kasih IITCF, juga diberikan ke imam dan pengurus masjid.

Great Mosque of Brussels atau Masjid Agung Brussels yang terletak di kawasan elit Komplek Cinquantenaire Park, Brussels, yang tak jauh dari markas besar Uni Eropa, adalah masjid tertua di Belgia. Selain berarsitektur cantik, masjid ini memiliki sejarah yang menarik.

Pada awalnya, bangunan ini tidak diperuntukkan sebagai masjid melainkan sebagai paviliun pameran kebudayaan negeri-negeri timur. Masjid ini juga sempat difungsikan sebagai gedung eksibisi nasional Belgia, tepatnya di tahun 1879. Kala itu, eksistensi muslim di Belgia belum terlalu dikenal dan diakui.

Seiring keberadaan komunitas muslim yang makin diterima di Belgia, masjid ini kemudian digunakan sebagai basis Islamic and Cultural Centre Belgium, Organisasi Islam pertama di Belgia.

Pada tahun 1967, Raja Arab Saudi, Raja Faisal bin Abdul Aziz, melakukan lawatan resmi ke Belgia. Raja Belgia, Raja Baudouin, menghadiahkan gedung pameran di Cinquantenaire Park, Brussels, yang sudah lama tak terpakai dan terabaikan kepada Raja Faisal bin Abdul Aziz. Momen itulah yang menjadi pembuka jalan bagi pendirian Masjid Agung Brussels untuk mengakomodasi kebutuhan umat Islam Belgia yang kala itu mulai berkembang.

Atas perintah Raja, pemerintah Arab Saudi kemudian memutuskan untuk mendanai sendiri seluruh biaya rekonstruksi bangunan tersebut untuk mengubahnya menjadi masjid dan pusat kebudayaan Islam pertama di Belgia.

Setelah melalui perjalanan yang begitu panjang dengan berbagai hambatan, proses rekonstruksi yang diarsiteki oleh Arsitek Tunisia, Boubaker akhirnya rampung dilaksanakan. Masjid Agung Brussels pun berdiri dan diresmikan pada tahun 1978 oleh Raja Khalid dan Raja Baudouin sebagai Pusat Kebudayaan Islam Pertama di Belgia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *