Hj. Aryani Ariefuddin, Sukses Berangkatkan Keluarga Presiden Hingga Miliki Ribuan Jamaah

oleh

Salah satu wanita yang sukses menjalankan bisnis usaha penyelenggara perjalanan ibadah umrah dan haji adalah Hj. Aryani Ariefuddin yang merupakan direktur PT Aril Buana Wisata atau Anata Tour and Travel. Aryani merupakan generasi kedua Anata Tour and Travel yang sebelumnya didirikan oleh kedua orang tua Aryani. Di tangan Aryani, perkembangan Anata terus meningkat hingga dipercaya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberangkatkan ibunda tercinta, Sujiatmi Notomiharjo beserta keluarga menjalankan ibadah ke Tanah Suci hingga dua kali berturut-turut.

Sebelum terjun menjalankan bisnis usaha travel, Aryani sempat berminat bekerja di salah satu perbankan sehingga ia mengirimkan suat lamaran kerja dan mengikuti tes ujian. Namun, orang tuanya melarang dan menginginkan Aryani melanjutkan usaha yang tekah dibangun orang tuanya tersebut. “Sebagai anak melihat permintaan orang tua begitu, Saya ingin bagaimanapun caranya saya memenuhi keinginan mereka,” cerita Lulusan Universitas Jayabaya tahun 1995.

Sejak tahun 1998, Aryani dipercaya memegang Anata, ini merupakan hal baru dari hidupnya sebagai rasa tanggung jawab yang besar dan amanah dari orang tua. Di awal, ia banyak menerima masukan dan bimbingan dari orang tua meskipun sampai saat ini beberaapa pertimbangan penting ia selalu meminta pendapat orang tuanya.

Di awal menjalankan usaha, anak pertama dari enam bersaudara ini melakukan promosi melalui media cetak maupun elektronik sebagai media dakwah Anata Tour and Travel. Selain itu, ia juga melakukan penndekatan dengan beberapa kiyai atau ustadz dan mitra-mitra lain. “Dari situ, kita kerjasama dan jamaah Anata mulai meningkat,” terangnya.

Di Tahun 2000, Anata Tour and Travel kembali mendapatkan izin dari Kementerian Agama sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji Khusus atau PIHK. Sebelumnya, izin sebagai PPIU didapatkan Anata di tahun 1998. Dengan mendapatkan izin sebagai penyelenggara resmi haji dan umrah dari Kementerian Agama, membuat Anata semakin lebih memantapkan diri sebagai travel yang professional.

“Sebelum terjun ke travel umrah haji, Anata sendiri sejak tahun 1988 sudah menjalankan usaha di ticketing, tour maupun outbound. Sejak 1998 kita berarah ke usaha travel umrah haji. Kita ingin bisnis tapi sambil ibadah,” jelas Aryani.

Aryani menyadari, usaha yang digelutinya berkaitan erat dengan pelayanan. Oleh karena itu, tagline yang dibangun Anata adalah ‘melayani Setulus Hati’. Diakui Aryani pendekatan kepada jamaah dengan rasa kekeluargaan, menjadi modal penting membangun dan membesarkan Anata. “Sebelum keberangkatan kita membuat grup WA untuk kami berikan info2 lewat situ,” ujarnya.

Anata menyediakan paket umrah dan haji khusus kepada masyarakat yang ingin menjalankan ibadah ke Tanah Suci. Paket umrah Anata mulai dari bintang 3, bintang 4, bintang 5 bahkan sampai VVIP. “Sesuai dengan peraturan dari Kementerian Agama, harga yang kita tawarkan mulai Rp 20 jutaan, namun terkadang kita juga membuka paket Barokah untuk para jamaah yang telah gagal berangkat dengan travel lain. Kita bantu di paket itu,” terangnya.

Sedangkan untuk haji khusus, Anata mematok harga mulai dari 11 ribu dollar. Saat ini menurut Aryani, daftar tunggu haji khusus di Anata sudah mencpai 6 tahun. Hal ini membuktikan banyaknya jamaah asal Indonesia yang telah mempercayakan ibadahnya ke Anata. Bahkan baru dua bulan di musim umrah ini saja, sudah seribu lebih Anata memberangkatkan jamaah.

Perjalanan usaha Aryani tidak semulus apa yang diharapkannya, pernah Aryani mengalami kejadian yang terberat dan merugikan di tahun 2013. Saat itu, jamaah Anata hampir saja tidak bisa berangkat naik haji lantaran maskapai yang digunakannya tidak berangkat.

“Waktu itu kita menggunakan pesawat Indonesia Air. Di awal dikatakan pesawat ini aman, dan kita telah melihat surat-surat perijinan landingnya aman. Saat itu ada 13 travel, pada saat pemberangkatan grup 1 dari travel lain tidak bisa landing di Saudi, namun akhirnya bisa landing, itu pun dengan di kawal banyak petugas dan pesawatnya langsung di kandangin.

Keesokan harinya ketika grup Anata yang akan terbang kami dikabarkan seperti itu. 130 jamaah yang sudah berada di Jakarta akhirnya kami inapkan di hotel selama seminggu. Alhamdulillah akhirnya dengan usaha yang kami lakukan mereka bisa berangkat,” terangnya.

Dari kejadian tersebut, Aryani mengaku mengalami kerugian mencapai 2 miliar yang hingga kini belum ada pertanggungjawaban dari pihak maskapai. Sejak kejadian itu, Anata dalam memberangkatkan jamaah selalu selektif dalam menggunakan maskapai. Anata tour mengedepankan 5 pasti, yaitu pasti travelnya berijin, pasti jadwalnya, pasti terbangnya, pasti hotelnya, dan pasti visanya.

Kedepan Aryani ingin Anata lebih maju dan lebih berkembang, bisa mnjadi travel yang masuk dalam urutan yang besar dan Anata bisa menjadi bisnis yang membawa banyak berkah masyarakat, bagi anak dan cucu keluarga besar Aryani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *