Syam Resfiadi: Anggota Sapuhi Sudah Bisa Urus Visa

oleh

Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi) menggelar rapat Pleno, Kamis kemarin (31/1) di Muamalat Tower Lt 19. Agenda rapat pleno ini merupakan laporan tahunan Sapuhi per 5 Juni sampai 31 Desember 2018.

Ketua Umum Sapuhi, Syam Resfiadi menyampaikan beberapa laporan. Di antaranya laporan tentang keanggotan, keuangan, program kerja dalam dan luar negeri, koprasi, laporan SDM dan IT.

Syam mengatakan ada tiga program kerja besar yang telah dikerjakan kepengurusan Sapuhi bidang dalam negeri. Pertama., bidang dalam negeri telah melakukan negoisasi ke Kedutaan Besar Saudi Arabia (KBSA) dengan diterimanya provider di Sapuhi pada tanggal 2019. “Artinya bagi anggota yang sudah menjadi provider visa itu boleh mengajukan visanya langsung ke kedutaan tanpa membawa nama asosiasi,” kata Syam.

Sekedar informasi, hingga saat ini Sapuhi belum bisa masuk dalam Patuhi, perkumpulan asosiasi haji umrah. Hal ini disebabkan ada beberapa kepentingan dan penolakan dari Patuhi. Sapuhi merasa kesulitan untuk mengurus visa di KBSA. Namun dengan kabar terbaru dalam rapat pleno kemarin, beberapa provider visa anggota Sapuhi sudah bisa mengurus visa ke KBSA tanpa harus melalui asosiasi.

Kedua, pada 29 Januari paspor sudah masuk dan lancar di KBSA. Rinciannya pada 29 Januari 2019 sebanyak 193 penumpang, 30 Januari 250 penumpang dan 31 Januari 159 penumpang.

Program kerja ketiga yang telah dilakukan kepengurusan Sapuhi di bidang dalam negeri ialah mengadakan bantuan sosial untuk korban Tsunami Lombok pada 19 hingga 20 November 2018.

Sementara itu untuk laporan keuangan, Syam menyampaikan, saldo awal Sapuhi sebesar Rp 918 juta, dengan pemasukan Rp 1,7 miliar. Sedangkan total pengeluaran sebesar Rp 2,1 miliar. “Saldo akhir yang dimiliki Sapuhi sebesar Rp 518 juta, update terkini ada tambahan Rp 200 jutaan sehingga saldo Rp 700 an juta, Alhamdulillah,” jelas beliau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *