Hj. Winarti Sukses Kembangkan Multazam Hingga Ekspansi Cabang

oleh
Direktur dan Komisaris Multazam Utama Tour, H. Imam Bashori dan Hj. Winarti memberikan Reward kategori Sales Performance Of The Year yang diraih oleh Cabang dan Perwakilan Bengkulu, Hj. Darmiati dan H. Akmaluddin.

Profesi suaminya sebagai muthowif mendorong Hj. Winarti untuk merintis usaha umrah dan haji Multazam Utama Tour. Sebelumnya, ia pernah bekerja sampingan di sebuah restoran Jepang di Hotel Hilton, Jakarta sembari kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara YAPPAN, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

“Saya bekerja dari jam setengah sepuluh sampai jam 3 sore lalu jam 4 sore saya kuliah. Sampai akhirnya saya menikah sempat berhenti kuliah di tahun 1989 dan Alhamdulillah lulus. Saya kemudian berhenti bekerja, namun karena faktor ekonomi saya minta ijin suami saya untuk bekerja di restoran Adil Andaru pada tahun 1992-1993 di kawasan Senayan. Saya pernah menjadi HRD dan selama 8 tahun saya bekerja di sana,” kenang wanita kelahiran 5 Desember 1963.

Saat itu suami Hj. Winarti yang juga seorang ustadz kerap mengisi ceramah di beberapa pengajian. Kebetulan teman suaminya menawarkan untuk menjadi muthowif. Selain itu suaminya juga bekerja sampingan menawarkan produk seperti teh hijau, kacang dan lainnya ke koperasi-koperasi. “Kalau bapak sedang bertugas menjadi muthowif ke Saudi, saya yang menggantikan pekerjaan sampingannya dengan mengendarai motor yang kanan-kirinya berisi kantong teh hijau dan kacang mede. Pagi hari saya masukkan ke koperasi-koperasi kemudian saya masuk kerja, kebetulan pekerjaan saya secara shift waktu itu. Bagi saya apapun pekerjaannya yang penting halal,” tambahnya.

Di tahun 2000 ia lalu memutuskan berhenti bekerja untuk membantu suami mengembangkan Multazam Utama Tour dan support suami. “Kebetulan di pekerjaan saya sebelumnya selalu bertemu banyak orang, jadi tahun 2000 itu saya pernah menjadi customer service, bagian keuangan, sampai jadi sekretaris merangkap semua. Waktu itu baru ada karyawan satu orang,” jelasnya.

Di tahun 2002, Multazam Utama Tour pindah lokasi usaha ke Cempaka Putih, Jakarta Pusat selama 2 tahun. Kemudian di tahun 2004 usahanya semakin berkembang hingga bisa membeli kantor sendiri dan di tahun 2005 Multazam Utama Tour pindah ke kantor baru tersebut. Hj. Winarti mengakui perjuangan di awal usaha cukup berat. “Pernah waktu itu ada jamaah yang tidak jadi berangkat dan kejadian itu memberikan hikmah bahwa dalam mengerjakan sesuatu tidak boleh sombong. Di tahun 2002, kita juga pernah ditipu hingga Rp2,5 miliar. Saat itu kami benar-benar harus berjuang mengembalikan semuanya. Alhamdulillah selama dua atau tiga tahun kemudian selesai. Saya yakin bahwa pertolongan Allah itu ada, dan kita juga komitmen bahwa semua itu bisa kita lakukan dengan niat kita,” ucapnya.

Pertama kali Multazam Utama Tour memberangkatkan jamaah sebanyak 6 orang. Meskipun secara hitungan bisnis rugi, tetapi Hj. Winarti bisa belajar dan mendapatkan ilmu untuk kemudian dibagikan kepada para staf, sehingga hasilnya bisa dirasakan seperti sekarang ini dengan perkembangan pesat hingga ekspansi cabang di beberapa kota besar di Indonesia. Dalam usaha ini ia merasakan tantangan terutama dalam hal persaingan harga, untuk itu Multazam Utama Tour membuat Paket Barokah baik dari penerbangan yang bisa ditekan harganya hingga dari tarif hotel.

Dalam me-manaje cabang, Hj, Winarti saat ini sudah memiliki sertifikat ISO “UKAS & KAN” dalam standar oprasional yang memperkuat legalitas untuk manajemen semua sistem di Multazam Utama Tour supaya berjalan dengan baik. “Jadi sudah ada tim-tim, ada tim handling, IT, HRD, Visa, Ticketing, itu semua ada Standar Operasional Prosedur (SOP)-nya, semua sudah terangkum. Begitu juga dengan cabang-cabang, SOP-nya kita buatkan Aktanya, Rumah Tangganya kita atur sebagaimana perusahaan juga. Ini sudah tahun keempat, dulu pakai ISO KAN 2008, tahun ini kita pakai ISO KAN tahun 2015. Kita sudah dinyatakan lulus seleksi,” paparnya.

Saat ini Multazam Utama Tour telah meraih sukses dengan berbagai penghargaan dari pihak asuransi, bank, hotel, provider-provider, dan sudah menjadi provider visa sejak tahun 2003. “Kita menjaga kepercayaan, kekeluargaan, kita jaga karena itu memang modal kita ke depan. Kalau orang sudah percaya, terus dianggap sudah sebagai keluarga kita maka tidak akan lari ke mana. Ada jamaah yang sampai sekarang care banget ke kita, makan dan jalan-jalan bersama,” tambah Hj. Winarti.

Saat ini Hj. Winarti juga membuka pelayanan wisata halal ke Kairo, Jordan, Aqsho, Turki yang memang religinya banyak. “Kita sudah buka di Dubai, Korea, Jepang. Sekarang sudah mulai ada sekalipun sedikit kita bisa melayani dengan baik, Insya Allah,” ujarnya.

Ke depan, ia berharap bisa melakukan regenerasi usahanya kepada anak-anaknya, dan nantinya anak-anaknya bisa berinovasi sesuai dengan kondisi zaman. “Dulu kondisi kami susah, dan saya berjuang untuk anak-anak, supaya anak-anak saya tidak seperti saya dulu. Jadi berjuanglah dengan gigih, dengan husnudzon billah, banyak ibadah, banyak berdzikir jadi Alhamdulillah sampai sekarang saya bisa membahagiakan anak-anak,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *