Tolak Biometrik VFS, Ribuan Jamaah Haji Umrah Akan Aksi di Kedubes Arab Saudi

oleh

Pemberlakuan aturan baru sistem visa (biometrik) yang dilakukan Kedutaan Besar Arab Saudi, ditolak para calon jamaah umroh.

Atas hal itu, Rabu (3/10) ribuan calon jamaah haji dan umroh akan menggelar aksi damai di depan kedutaan Arab Saudi karena menilai sistem itu menyulitkan mereka.

Ketua Perhimpunan Asosiasi Travel Umrah dan Haji Khusus (PATUHI) Fuad Masyhur mengatakan, pihaknya menolak kebijakan aturan biometrik untuk pengajuan visa umrah melalui Visa Fasilitating Service (VFS) Tasheel yang ada di Indonesia.

“Kami menolak keras atas aturan biometrik VFS, dimana setiap jemaah haji dan umrah diwajibkan untuk mengambil data-data dengan sistem biometrik saat ini,” katanya, Selasa (2/10).

Menurutnya, dengan aturan baru itu, membuat calon jamaah umroh harus lebih dulu merekam data biometrik untuk mendapatkan visa yang dikeluarkan kedutaan. Padahal, jamaah itu sendiri berasal dari seluruh Indonesia dan bila itu diberlakukan, pastinya akan menyulitkan calon jamaah.

“Jamaah yang akan melaksanakan umrah dan haji, dalam satu hari itu ribuan, ini berbeda dengan warga yang hanya ingin berlibur ke luar negeri yang jumlahnya bisa dihitung,” ungkapnya.

Dikatakan Fuad, penggunaan sistem biometrik tidak sesederhana apa yang dibayangkan. Pasalnya, setiap harinya 5 ribu sampai 10 ribu, akan menjadikan beban jemaah haji yang melakukan pengurusan visa haji dan umrah. “Anggap saja ini membutuhkan waktu satu menit, berarti setiap hari membutuhkan waktu 5000 menit, jadi ini tidak memungkinkan, berapa hari jemaah haji bisa memperoleh visa,” terangnya.

Atas pemberlakuan itu, kata Fuad, pihaknya pun bersama ribuan jamaah haji akan menggelar aksi damai di depan kedutaan besar Saudi Arabia. Aksi yang dilakukan pada 3 Oktober mendatang, juga akan dilanjutkan ke kantor kementrian Agama dan Kementerian Luar Negeri. “Harapannya agar sistem biometrik bagi calon jamaah umroh dan haji bisa dibatalkan,” ungkapnya.

Sekedar informasi, terhitung pada Rabu (24/10) mendatang, semua pengajuan visa ke luar negeri harus menyertakan rekam biometrik. Nantinya ada sekitar 34 VFS yang tersebar di beberapa titik di Indonesia. Pemberlakuan itu juga harus dilakukan para calon jamaah haji dan umroh yang akan berangkat ke Tanah Suci untuk beribadah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *