PATUHI Tolak VFS Tasheel dan Akan Gelar Aksi Damai

oleh
Direktur Utama PT. Annaba International H. Andi Aminuddin, LC

Pemerintah Arab Saudi menerapkan aturan biometrik untuk visa umrah lewat Visa Facilitating Services (VFS) Tasheel. Meski aturan itu rencana akan berlaku pada 24 Oktober 2018 mendatang, namun pihak travel agent umrah mempertanyakan legalitasnya.

Di aturan VFS ini, maka setiap orang yang mengajukan visa harus menyertakan rekaman biometrik (perekaman sidik jari dan retina) melalui layanan VFS Tasheel.

Gabungan asosiasi haji dan umrah Permusyawaran Antar Syarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI) juga mempertanyakan legalitasnya.

Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) dengan tegas menolak keberadaan VFS Tasheel. Sebabnya, VFS Tasheel dinilai belum memiliki legalitas untuk menjadi operator perekaman biometrik dalam pengajuan visa ke Arab Saudi di Indonesia.

Anggota dewan kehormatan Himpuh, H. Andi Aminuddin mengatakan bahwa jamaah akan kesulitan dalam melakukan kebijakan tersebut. Terlebih bagi jamaah yang berada di pelosok, butuh waktu sehari bahkan dua malam untuk perekaman sidik jari dan retina, belum lagi dari segi biaya yang harus dikeluarkan.

“Belum berangkat sudah dipersusah, jamaah kasian,” kata Andi kepada Majalah Rindu Kabah, Senin (1/10/2018).

Andi melanjutkan, kalaupun kebijakan tersebut dilaksanakan tentu atas ketentuan pemerintah Saudi maka hal tersebut akan diterim tapi dengan syarat yaitu dilakukan sebelum pemberangkatan atau saat di embarkasi.

” Sebelum pemberangkatan bukan saat pemanggilan visa,” jelasnya.

Andi menjelaskan bahwa hari ini PATUHI telah mengadakan rapat terkait dengan kebijakan VSF Tasheel tersebut,hasilnya PATUHI menolak VFS Tasheel dengan berbagai alasan terkait dengan kepentingan jamaah.

Rencananya, PATUHI akan menggelar aksi damai di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Kementerian Agama dan Kementerian Luar Negeri pada Rabu, 3 Oktober mendatang. Aksi damai ini tidak hanya digelar di Jakarta, tapi serentak akan dilakukan di sejumlah kota diantaranya Makassar, Palembang, Medan, Banjarmasin, Bandung, Semarang dan Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *