Kemenag Kaji Jamaah Haji Indonesia di Mina Jadid Pindah ke Hotel Dekat Jamarat

oleh
Suasana Wukuf di Arafah

Jakarta — Kementerian Agama melakukan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2018 untuk perbaikan di tahun depan. Salah satu poinya yaitu soal keberadaan jamaah saat di Mina. Jamaah yang berada di kawasan Mina Jadid dipertimbangkan untuk dipindah ke hotel-hotel di dekat Jamarat.

Mina Jadid atau Mina baru merupakan kawasan perluasan Mina. Sebagai kawasan perluasan, dia berada di ujung Mina yang mepet dengan Muzdalifah. Sehingga Mina Jadid berada di kawasan yang letaknya paling jauh dengan Jamarat, tempat melempar jumrah. Jarak antara Mina Jadid dengan Jamarat sejauh 11,7 Km, untuk perjalanan pulang balik.

Jarak tersebut tentu sangat jauh bagi jamaah haji, terutama bagi jamaah haji yang berusia lanjut maupun dengan risiko tinggi. Oleh karena itu Kemenag mengkaji untuk tak lagi menggunakan maktab 1-9 yang merupakan kawasan Mina Jadid.

Sebagai perbandingan, jarak jamaah dengan tenda di Mina Jadid untuk mencapai Jamarat, bisa dua kali lipat jauhnya dibanding jamaah yang menempati maktab terdekat seperti maktab 50.

Direktur Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Nizar Ali menjelaskana bahwa Kemenag akan melakukan manajemen rekayasa di Mina. “Bila Mina belum ada perbaikan, maka kami siapkan manajemen rekayasa di Mina, yakni memindahkan Maktab 1-9 ke hotel-hotel sekitar Jamarat,” kata Nizar Ali, Minggu (2/9/2018).

Sebelumnya, Menag Lukman Hakim Saifuddin juga berulang kali menyatakan titik yang perlu dibenahi adalah Mina. Namun pembenahan di Mina bersandar sepenuhnya kepada pemerintah Arab Saudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *