SAPUHI dan IITCF Adakan Training Destinasi Wisata Muslim Eropa

oleh
Sebanyak 89 Peserta Antusias Ikuti Training Bedah Destinasi Wisata Eropa

Jakarta – Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI) dan Indonesia Islamic Communication Forum (IITCF) hari ini menyelenggarkan Training Bedah Destinasi Europe Muslim Education Trip 10 day West Europe & 11 day East Europe. Program spesial ini diperuntukkan bagi para pemilik Travel Muslim di seluruh Indonesia.

Sebanyak 89 peserta dari berbagai daerah hadir dalam acara ini untuk belajar bagaimana membuka destinasi Wisata Muslim ke Eropa serta meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terjun dalam bisnis Travel Muslim, sehingga jago dalam jualan Paket Wisata Muslim Eropa.

Ketua Umum SAPUHI, Syam Resfiadi mengatakan, potensi Wisata Muslim dari Indonesia sangat besar, sehingga sangat disayangkan jika tidak digarap dengan baik.

“Kita ketahui untuk Indonesia, 250 juta-an penduduk mayoritas Muslim, sehingga ini menjadi potensi pasar yang sangat bagus,” kata Syam Resfiadi kepada Majalah rindu Kabah.

Lebih jauh, Syam menjelaskan bahwa Muslim Indonesia masih belum paham tentang muslim tour secara real, apakah hotelnya bagus dan syariah, halal foodnya bagaimana, dan sebagainya. Oleh karena itu, di training kali ini pelaku usaha akan mengetahui seperti apa kondisi real Wisata Muslim Eropa.

“Sesungguhnya ini baru bagian pertama dari rangkaian kegiatan Muslim tour yang dikelola oleh SAPUHI dan IITCF karena kami tidak mungkin memberikan satu acara untuk beberapa program. Jadi satu per satu biar betul-betul meresap di anggota kami,” jelas Syam.

Sementara itu, Chairman Of IITCF Priyadi Abadi mengatakan, selama 30 tahun kita dibungkan soal wisata muslim. Para pelaku wisata muslim masih didominasi oleh para pelaku travel umum. Namun ia optimis, kurang lebih selama tiga tahun ini, industry Wisata Muslim perlahan mulai dikibarkan oleh para pelaku Travel Muslim.

“30 tahun lebih market kita di garap oleh travel umum, mindset kita muslim hanya menggarap umrah dan haji. Kalau wisata ke Eropa dan lainnya diluar umrah haji pakai travel umum. Nah ini harus dirubah, kita harus mulai perkenalkan wisata muslim,” tutur Priyadi.

Lebih jauh Priyadi menjelaskan bahwa IITCF terus mensosialisasikan wisata muslim, baik melalui kegiatan seperti seminar, edutrip atau melalui media social seperti facebook, Instagram, media televise, media online maupun cetak untuk mengajak masyarakat membangun kepercayaan kepada travel muslim dalam melakukan perjalanan ke mancanegara di luar umrah dan haji.

Penyelenggaraan training ini merupakan bagian yang berkaitan dengan kegiatan Education Trip (Edutrip) Muslim Eropa bagi para pelaku Wisata Muslim yang akan dilaksanakan pada 15-24 September 2018 dan tanggal 28 Oktober hingga 7 November mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *