Bangun Ekosistem Halal, Muslimpreneur Harus Jadi Pemain

oleh

Lembaga Survey dalam Global Islamic Economy Report merilis saat ini ada 1,82 miliar muslim di dunia. Tahun 2025 diprediksi jumlah muslim mencapai 2,7 miliar atau 30 persen dari populasi dunia. Artinya, market muslim adalah potensi yang sedang bertumbuh di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Dengan penduduk berjumlah sekitar 256,4 juta jiwa berarti Indonesia memiliki 13 persen dari bagian komunitas muslim dunia. Dengan menguasai 13 persen populasi muslim dunia, Indonesia memiliki potensi untuk membangun ekonomi berbasis halal.

Diajeng Lestari, Founder dan CEO Hijup menekankan bahwa sudah saatnya muslimpreneur Indonesia menjadi para pemain industri halal. Saat ini, Indonesia menempati posisi keenam sebagai pengekspor di dunia, namun untuk soal konsumsi Indonesia justru menempati posisi kelima. “Kalau kita mau membangun ekonomi umat, kita harus menjadi pemain, bukan hanya jadi penikmatnya saja”, ungkap Diajeng saat menjadi pembicara di Halal Talk 1.0 dengan tema Muslimpreneur Zaman Now di Sofyan Hotel Soepomo (19/7) lalu.

“Market muslim sangat besar dan brand-brand luar sedang melihat bahwa market ini adalah the next growing market”, ungkap Diajeng. Menurutnya saat ini ada kecenderungan brand-brand besar sedang berlomba-lomba membuat brand-brand halal, tak terkecuali di dunia fesyen. “Sudah saatnya, apalagi Indonesia negara muslim terbesar di dunia. Kesempatan itu ada besar banget di Indonesia” serunya kepada para peserta.

Selain Diajeng, beberapa pembicara juga hadir sebagai narasumber diantaranya Muhammad Assad CEO Tamasia Global Sharia, Muhammad Senoyodha CEO & Founder Halal Local, Githa Nafeeza CEO & Founder Shabu Hachi, dan Nurul Fitri Fauziyah Marketing Strategic Inisiatif Zakat Indonesia (IZI).

Harish Adrian Riyanto selaku Direktur Sofyan Hotel mengungkapkan Halal Talk merupakan program talkshow yang digagas oleh Sofyan Hotel untuk memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai gaya hidup halal yang menyeluruh. “Konsep halal sebetulnya tidak saja terbatas pada apa yang kita konsumsi, tetapi lebih pada soal gaya hidup”, ungkapnya. Seperti diketahui Hotel Sofyan merupakan pionir hotel halal di Indonesia yang sudah mendapatkan sertifikasi dari Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI.

Tema yang diangkat pada Halal Talk edisi perdana ini adalah “Muslimpreneur Zaman Now”. Halal Talk 1.0 “Muslimpreneur Zaman Now” diselenggarakan atas kerjasama Sofyan Hotel bersama didukung oleh Baca Dulu News, Rindu Kabah, Halal Styles, Humas ID, TV Muhammadiyah, Wardah, Hijup, Tamasia, Warung Kombes, Inisiatif Zakat Indonesia, dan Amicale Tour & Travel. Selain itu komunitas yang terlibat dalam acara ini diantaranya Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DKI, Jaringan Saudagar Muhammadiyah, Rumah Millennials, Remaja Islam Masjid Cut Mutia, dan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *