SAPUHI dan IITCF akan Gelar Seminar ‘Jago Buat Paket Wisata Muslim’

oleh

Jakarta – Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI) bekerja sama dengan Indonesia Islamic Travel Communication Forum ( IITCF ) menyelenggarakan Europe Muslim Educational Trip 10 day West Europe & 11 day East Europe. Program spesial ini diperuntukkan untuk Travel-Travel Muslim di Seluruh Indonesia.

Chairman IITCF Priyadi Abadi mengatakan, sebelum Edutrip tersebut digelar, Sapuhi dan IITCF akan mengadakan seminar sehari bertajuk Europe Sharing Destinations. Forum spesial ini akan dihelat di Aula Patuna Travel, Jakarta pada Sabtu, (28/7) dan disampaikan oleh para pakar. Tujuannya tak lain adalah dalam rangka peningkatan sumber daya manusia yang terjun dalam bisnis Travel Muslim.
“Di seminar ini, kita akan kupas tuntas, dari mulai bikin paket sampai pada jago jualan paket wisata Muslim Eropa,” kata Priyadi.

Priyadi menambahkan, penyelenggaraan seminar ini ada kaitannya dengan kegiatan Educational Trip (Edutrip) muslim Eropa bagi pelaku wisata muslim yang akan dilaksanakan pada 15-24 September dan 28 Oktober hingga 7 Novermber 2018 mendatang.
Seminar ini tidak dipungut biaya alias gratis dan terbuka untuk umum bagi pelaku industri biro perjalanan haji, umrah dan wisata muslim. Namun, pihak panitia membatasi hanya untuk 50 biro travel dan setiap travel hanya diperbolehkan mengirimkan perwakilan sebanyak 2 orang.

Edutrip ke Eropa Barat dan Eropa Timur

Edutrip Program 10 Day West Europe (Eropa Barat) dari tanggal 15 – 24 September 2018. Adapun untuk destinasi wisata Eropa Barat yang dituju antara lain Milan, Zurich, Mt.Titlis, Lucerne, Titisee, Frankfurt, Cologne, Volendam, Amsterdam, Brussels, Paris ). Untuk mengikuti program ini, investasi yang harus dikeluarkan tiap peserta cukup USD 2388.

Untuk Program 11 day East Europe akan diselenggarakan pada tanggal 28 Oktober – 07 November 2018. Adapun destinasi wisata Eropa Timur yang akan dikunjungi antara lain Munich, Praha, Bratislava, Budapest, Vienna, Cesky Kruminov, Salzburg, Hallstat, dan Innsbruck. Untuk program Eropa Timur ini, peserta cukup mengeluarkan biaya investasi USD 2588/peserta.

Baik program Eropa Barat ataupun Eropa Timur, masing-masing peserta akan mendapatkan materi pelatihan yang berkualitas. Kemudian sertifikat resmi yang akan ditandatangani oleh Ketua Umum SAPUHI dan Chairman IITCF.

Program Educational Trip yang diselenggarakan IITCF ini bukanlah yang pertama kali. Dan juga program ini bukan hanya untuk SAPUHI, tetapi terbuka untuk travel muslim Indonesia. Namun, khusus untuk anggota SAPUHI ada diskon USD 100 per orang.

Dalam program Europe Muslim Educational Trip 10 day West Europe & 11 day East Europe pada September dan Oktober besok, yang terpenting dan ditekankan adalah muatan edukasi. Betul-betul edukasi, sangat berbeda dengan famtrip-famtrip yang banyak diadakan selama ini.

“Kenapa kami mengadakan dan membuat Educational Trip dan bukan famtrip karena muatannya edukasi. Materi-materi yang kita sampaikan salah satunya adalah mengenai pertama produk knowlage atau pendalaman materi perjalanan,” jelas Priyadi Abadi.

Materi kedua tentang Leadership, ketiga tentang Guiding Teknik atau teknik memandu dalam perjalanan. Keempat adalah mengenai psikologi bagaimana kita menghadapi jamaah atau klien dan lain sebgainya. Materi kelima tentang Problem Solving atau cara-cara menghadapi masalah yang sering terjadi dalam sebuah perjalanan dan keenam adalah ice breaking. Karena seorang tour leader harus memiliki kemampuan untuk menghidupkan suasana dalam perjalanan, dan masih banyak sekali materi yang lainnya.

“Jadi program ini muatannya betul-betul edukasi, setiap malam akan diadakan briefing dan evaluasi perjalanan. Program ini bukan perjalanan wisata biasa, tetapi penekanannya lebih kepada edukasi. Sebelum perjalanan pun kita mengadakan manasik atau pemantapan perjalanan. Poinnya, semua harus belajar, semua akan mendapatkan tugas-tugas harian. Program ini terbatas, satu travel hanya bisa mengirimkan 2 orang saja, tidak boleh membawa keluarga jadi betul-betul muatannya edukasi,” pungkas Priyadi Abadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *