Duta Widanarto, Membangun Perusahaan dengan Konsep Keislaman dan Profesional

oleh
Direktur Utama PT Fabila Teknik Sejahtera

Jakarta – Tidak semua perusahaan yang bergerak di bidang kelautan dan lepas pantai adalah milik perusahaan asing atau luar negeri. Adalah PT Fabila Teknik Sejahtera, sebuah perusahaan milik anak bangsa sendiri yang bergerak di bidang jasa kelautan dan lepas pantai. Seperti mekanikal dan perpipaan, penyelaman, perawatan dan perbaikan kapal, dan lainnya.

Fabila yang berkantor pusat di Jalan Kawi Nomor 40 Jakarta ini berdiri pada tahun 1995. Perusahaan ini telah memiliki perijinan, peralatan dan sertifikat lengkap yang berkaitan dengan perhubungan laut ataupun standar international.

“Biasanya pekerjaan-pekerjaan kita ini underwater, soal pipa, kapal dan lain-lain. Oleh karena itu kebanyakan customernya dari SKK Migas maupun Pertamina. Alhamdulillah klien-klien kita dari Pertamina dan sampai saat ini masih mengerjakan pipa Pertamina,” kata Direktur Utama PT Fabila Teknik Sejahtera, Duta Widanarto kepada wartawan Majalah Rindu Kabah di Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Duta mengakui bila perusahaan dan competitor yang bergerak di bidang kelautan lepas pantai kebanyakan adalah perusahaan yang berasal dari luar negeri. Meski demikian, Ia tak patah semangat dan bahkan semakin optimis bahwa perusahaan dalam negeri harus mampu bersaing dan eksis di negerinya sendiri.

“Makanya di sini kita harus bisa Merah Putih walaupun kebanyakan asing, Alhamdulillah Merah Putih harus bisa. Perusahaan kita sudah professional, secara tenaga Indonesia itu bisa, tidak musti dari luar negeri,” tutur beliau dengan ramah.

Saat ini, PT Fabila Teknik Sejahtera memiliki 3 anak perusahaan. Diantaranya, Adelin Travel yang bergerak di bidang ticketing, haji, umrah dan wisata muslim. Kemudian perusahaan yang bergerak di bidang pemotongan plat dan ada juga perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis. “Garis besarnya Fabila ingin berkembang dengn grup dan anak perusahaannya. Dasar kita ke-Islam-an dan ajaran Nabi Muhammad Saw yaitu bisnis sesuai aturan Islam,” tegas Duta.

Menurut beliau, dunia travel memiliki potensi dan peluang yang sungguh luar biasa. Saat ini dalam dunia bisnis, harus pintar-pintar mengikuti perkembangan zaman. Bila kita hanya terpatok dan kaku dalam satu bisnis atau usaha, dalam titik tertentu ada titik jenuh yang mana secara ekonomi tidak jalan. Oleh karena itu, dengan perhitungan dan perencanaan yang matang, pengembangan sebuah usaha adalah suatu keharusan.

Direktur dan Segenap Tim PT Fabila Teknik Sejahtera

Dalam menjalankan perusahaannya, Duta tak melupakan kegiatan-kegiatan social untuk membantu atau bersedekah. Sudah 4-5 tahun ini, Fabila secara rutin saban Jumat memberikan infaq dan sadaqah ke masjid-masjid yang ada di Jakarta. Kemudian setiap bulan Ramadhan, perusahaan yang dipimpinnya Alhamdulilllah berjalan rutin selama 5-6 tahun mengadakan buka puasa Bersama dengan anak yatim dan santri pesantren Ustad Fadlan. “Jadi itu yang kita jaga terus ataupun kita tingkatkan. Itu komitmen dari Fabila sendiri,” tutur Duta yang saat ini memiliki 30-an karyawan.

Lulusan sarjana Teknik computer bidang IT ini mengatakan, sebagai pimpinan Ia tidak membeda-bedakan antara karyawan satu dengan lainnya. Bahkan dapat dibilang Ia berbaur dengan semua karyawan hingga level terendah. Tujuannya, Duta ingin mengetahui keluhan-keluhan yang dimiliki bawahannya dan Ia tak sungkan menerima masukan-masukan yang positif untuk pekembangan perusahaan. Dengan begitu, semua karyawan akan merasa memiliki perusahaan dan itu yang ia harapkan.

Meski sebagai pimpinan perusahaan, Duta dikenal sebagai sosok yang akrab kepada semua karyawan. Apalagi jika waktu shalat telah tiba, Duta adalah orang pertama yang paling keras mengingatkan semua karyawannya untuk shalat berjamaah.

“Ya saya harus mengingatkan. Supaya perusahaan tetap semangat, jangan dibuat kaku, enjoy ikut aturan dan semua karyawan merasa memiliki perusahaan,” pungkas beliau dengan akrab dan bersahabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *