Ustadz Masse, Melayani Jamaah PT. Annaba International Meraih Mabrur

oleh
Ustadz Masse, Pembimbing Jemaah Haji PT. Annaba International

Ustadz H. Masse Laibu, LC menjabat pimpinan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Arafah Kabupaten Pinrang, Makassar Sulawesi Selatan. Sejak awal berdirinya PT Annaba International, Ustadz H. Masse Laibu, LC sudah bergabung menjadi perwakilan PT Annaba International di Kabupaten Pinrang.

Dari tahun ke tahun setiap keberangkatan jamaah umrah dan haji, Ustadz H. Masse Laibu, LC memaksimalkan diri untuk membekali jamaah dengan ilmu manasik yang akan menjadikan jamaah lebih mandiri dalam menunaikan ibadah. Setiap pembimbing ibadah menginginkan jamaah meraih haji yang mabrur, haji yg diterima oleh Allah SWT. Ustadz H. Masse Laibu, LC menyadari bahwa untuk meraih itu semua tak semudah membalikkan telapak tangan, kita harus bekerja keras karena sebagian besar jamaah harus memiliki pengalaman dan pengetahuan.

“Pendidikan jamaah berbeda-beda, ada yang tidak tamat sekolah, ada yang tidak bisa mengaji, itulah yang membuat kami bersemangat untuk membekali mereka. Segala hal yang berkaitan dengan ibadah harus berlandaskan ilmu. Orang tidak boleh berbicara tanpa didasari ilmu, orang tak akan mendapatkan nilai sempurna tanpa ilmu, maka jamaah kita bekali dengan ilmu,” jelas Ustadz H. Masse Laibu, LC.

PT Annaba International melakukan manasik sebanyak 6 sampai 7 kali, sampai jamaah betul- betul mengerti dan mengetahui ibadah yang akan dilakukan. Ustadz H. Masse Laibu, LC juga memberikan himbauan kepada jamaah supaya ibadah di Tanah Suci berjalan dengan lancar sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW dan meraih gelar mabrur. Jamaah selalu menjaga kesehatan, membekali diri dengan pengetahuan, dan harus mengatur waktunya supaya nantinya mendapatkan waktu puncak pelaksanaan ibadah haji dalam keadaan sehat dan prima. Di samping itu jamaah senantiasa tetap berserah diri kepada Allah SWT. “Ini yang saya tekankan kepada jamaah jangan pernah membanggakan diri dengan mengatakan ‘saya sudah punya ilmu, saya hebat’ dan melupakan Allah SWT,” papar Ustadz H. Masse Laibu, LC.

PT Annaba International sudah berpengalaman melayani jamaah termasuk yang sudah lanjut usia sekitar 70 tahun hingga 80 tahun. Bahkan ada jamaah lanjut usia yang berangkat umrah maupun haji sendiri tanpa didampingi keluarga. Ini artinya jamaah sudah mengamanahkan kepada PT Annaba International dan layak untuk diberangkatkan. Segala hal sudah dipersiapkan dan menjadi tanggung jawab travel PT Annaba International. “Selama ini kami sudah berpengalaman mendampingi jamaah lanjut usia dan Alhamdulillah berjalan lancar atas izin Allah SWT. Kita tidak ingin jamaah merasa rendah diri dalam hal kesehatan, yang penting adalah jamaah semangat berangkat dan sudah layak berangkat,” tambah Ustadz H. Masse Laibu, LC.

Ustadz Masse, Pembimbing Jamaah PT. Annaba International

Lulusan Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqaa dan Universitas Al Azhar, Kairo Mesir ini ingin setiap waktu dan dimanapun berada bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Bukan berarti mendekatkan diri secara individual tetapi lebih daripada itu adalah orang lain bisa merasakan kehadiran kita. Kepada para jamaah di Tanah Suci, Ustadz H. Masse Laibu, LC berpesan supaya menutup aib orang lain. Barang siapa menutup aib saudaranya maka Allah akan menutup aibnya. Jamaah juga harus bersungguh-sungguh dalam ilmu, dengan menghindari perasaan bahwa jamaah tahu semua. Ketika di Tanah Suci jamaah harus menghilangkan pikiran dan perasaan saya tahu atau saya pintar, dan jangan malu belajar. Perjalanan kita ke Mekkah sebagai Tamu Allah dan predikat kita adalah Tamu Allah. Setelah menanti sekitar 6 tahun kita diberi usia panjang dengan menyempurnakan haji dan umrah karena Allah SWT.

Pesan Ustadz H. Masse Laibu, LC berikutnya adalah jamaah ikut kegiatan manasik. Siapa yang tak memiliki ilmu manasik haji kemudian ia berangkat ke Mekkah bukan pahala yang diperoleh tapi capek dan hasil yang didapat kurang. Annaba sudah memiliki gedung sendiri dan ruangan yang Insya Allah membuat jamaah nyaman selama kegiatan manasik berlangsung sampai semua jamaah paham. Bimbingan kepada jamaah diberikan merujuk pada buku panduan Kementerian Agama dan dipadukan dengan pengalaman selama mendampingi jamaah, serta memberikan informasi-informasi perkembangan terakhir. Kondisi 5 tahun lalu belum tentu cocok dengan perkembangan saat ini karena kebijakan pemerintah Arab Saudi juga ada perubahan-perubahan.

Ustadz H. Masse Laibu, LC juga menghimbau supaya dalam semua kegiatan jamaah memiliki target untuk menyempurnakan ibadah umrah/haji karena Allah. Seperti kegiatan di Mekkah maupun di Madinah. Seperti misalnya kalau ada waktu jamaah akan thawaf sunnah, jamaah mentargetkan untuk membaca Al Quran sampai khatam setiap kali masuk masjid. “Jadi harus ada capaian dan target. Seperti saya di Pinrang misalnya sedang mendapatkan banyak rezeki dari Allah. Saya lalu mentargetkan untuk bersedekah ke Mekkah kepada fakir miskin di sana dengan doa supaya membantu keluarga bisa cepat berangkat ke tanah suci. Hal ini supaya ibadah yang kita lakukan memiliki nilai tambah. Seperti waktu bulan Ramadhan, saya kurangi aktifitas dunia dan saya lebih konsentrasi pada urusan akhirat seperti khatam Al Quran, sehingga Ramadhan tak berlalu begitu saja,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *