Ini Tips Pembimbing PT. Annaba International Agar Jamaah Haji Meraih Mabrur

oleh
Ustadz Burhanuddin, LC (Pembimbing Jamaah Haji & Umrah PT. Annaba International)

Sejak bergabung dengan PT Annaba International tahun 1976, H. Burhanuddin, LC sudah membimbing dan mendampingi jamaah umrah dan haji. Saat itu H. Burhanuddin, LC bersama-sama rekannya H. Muhammad Yusuf dan Direktur Utama PT Annaba International, H. Andi Aminuddin, LC mulai mengarahkan jamaah untuk berangkat umrah dan haji bersama PT Annaba International. Selanjutnya rekan-rekannya yang lain ikut bergabung sebagai pendamping jamaah di PT Annaba International seperti Ustadz Asri, H.Fatahuddin dan Ustadz Masse, LC. Saat ini H. Burhanuddin,LC menjadi pembimbing haji dan umrah PT. Annaba International di Sidrap, Makassar, Sulawesi Selatan.

H. Burhanuddin, LC pernah menimba ilmu di pondok pesantren Al Urwatul Wutsqaa sejak tahun 1975 dan tamat pada 1980. Pada waktu itu pimpinan pondok pesantren mengirimnya kuliah ke Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir bersama-sama dengan rekan-rekannya yaitu H. Andi Aminuddin, H. Yusuf, ustadz Khoiruddin Saluk dan H. Muhammad Azhar. “Atas petunjuk dari pimpinan pondok pesantren kita bagi jurusan. Khusus saya bagian jurusan hadist, Ustadz Asri jurusan dakwah, H. Andi Aminuddin dan H. Yusuf mengambil jurusan Ushuluddin, dan kami semua alumni pondok pesantren Al Urwatul Wutsqaa,” jelas H. Burhanuddin, LC.

Untuk bisa menggapai gelar haji mabrur dan khusyuk dalam beribadah, H. Burhanuddin,LC memberikan tips bagi jamaah harus rajin mengikuti manasik, karena saat manasik dijelaskan beberapa cara yang bisa dilakukan jamaah untuk mencapai haji mabrur. Jamaah juga diberi info mengenai syarat yang perlu diketahui jamaah dan penjelasan lain secara terperinci. Seperti misalnya tidak melaksanakan syarat di waktu tertentu bisa membuat haji menjadi batal, tidak melaksanakan salah satu wajib di waktu tertentu yang bisa mengurangi pahala dan sunnah haji. Bahkan saat manasik mulai dari taharah (bersuci) dan proses perjalanan dari tanah air ke Tanah Suci dijelaskan secara terperinci. Setelah sampai di Saudi dan jamaah istirahat di hotel juga dijelaskan kepada jamaah mengenai kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan, dan itu semua diajarkan di manasik haji.

H. Burhanuddin,LC memberikan bimbingan kepada kelompok bimbingan haji (KBHI) Raudhatul Jannah sebelum bulan Ramadhan. Bahkan untuk mencapai haji mabrur, ia mengundang calon jamaah haji melakukan manasik satu minggu sekali selama satu bulan. Kemudian empat kali manasik calon jamaah haji ikut lagi. Bagi jamaah berusia lanjut dan menderita penyakit khusus sebaiknya dilaporkan ke perwakilan dan pembimbing. Nantinya pembimbing jamaah akan melakukan koordinasi dengan pihak travel umrah dan haji.

Menyikapi kasus penipuan kepada jamaah haji dari oknum seperti First Travel dan Abu Tours, H. Burhanuddin, LC memberikan himbauan supaya jamaah tidak tertipu dan kejadian itu tidak terulang lagi. Ia menyarankan kepada masyarakat untuk mengikuti petunjuk Kementerian Agama yang mengimbau melalui berbagai media supaya masyarakat jangan terpancing dengan harga paket travel umrah murah. Jamaah juga harus memperhatikan apakah travel itu resmi dan memiliki izin operasional. Travel yang memiliki izin operasional akan berhati- hati dalam menetapkan harga, karena menelantarkan jamaah tentu ada resikonya. Jamaah jangan sampai mengikuti travel yang tak terdaftar dan tak memiliki izin.

“Alhamdulillah kita sebagai pembimbing jamaah dari Annaba lebih mengutamakan pelayanan terutama di Saudi Arabia atau di Arafah. Saat kita memberikan pelayanan maksimal maka jamaah akan bercerita kepada keluarga, tetangga dan temannya ketika kembali ke kampung halaman,” jelas pria yang memiliki pandangan hidup bahwa kita harus ikhlas beramal. Insya Allah selama kita ikhlas beribadah dan ikhlas beramal maka Allah SWT akan memperhatikan hamba-Nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *