Dokter Nur, 10 Tahun Perhatikan Kesehatan Jamaah PT Annaba International

oleh
Dokter Jamaah Haji PT. Annaba International

Setiap tahun dr. H. Mohammad Nur Taaha mendampingi jamaah haji PT Annaba International untuk memantau kesehatan jamaah haji selama berada di Tanah Suci. dr. H. Mohammad Nur Taaha dipercaya PT Annaba International selama 10 tahun untuk memeriksa kesehatan jamaah haji. Sebelum berangkat ke Tanah Suci, jamaah sudah dihimbau untuk menerapkan pola hidup sehat, istirahat cukup, olahraga cukup, mengonsumsi makanan bergizi, menghindari merokok atau begadang. Jamaah juga membawa barang seperlunya dan tidak membawa makanan dalam kondisi tidak segar lagi.

“Jamaah tidak perlu khawatir karena pihak travel PT Annaba International sudah menanggung semua kebutuhan makanan para jamaah selama di Tanah Suci,” jelas dr. H. Mohammad Nur Taaha yang memiliki prinsip hidup harus selalu takut Allah dan banyak bersyukur atas nikmat Allah.

Dokter yang hobi kuliner dan memasak ini juga memiliki tips khusus untuk menjaga kesehatan sebelum berangkat ke Tanah Suci. Persiapan sebelum berangkat ke Tanah Suci dengan melakukan olah raga teratur seperti naik sepeda selama kurang lebih 45 menit sampai 1 jam setiap hari dan lebih bagus dilakukan saat pagi hari. Olahraga ini bagus untuk kesehatan jantung dan paru-paru. Selain itu konsumsi banyak buah-buahan.

Tim dokter sebanyak 13 orang melakukan pemeriksaan kepada para calon jamaah seperti pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan fisik mulai dari berat badan, tinggi badan, tekanan darah dan keluhan-keluhan para jamaah. Jamaah harus jujur saat memberikan keterangan mengenai kesehatannya supaya tim dokter bisa memberikan penanganan yang tepat, Kemudian pemeriksaan penunjang meliputi pemeriksan jantung dengan merekam fungsi jantung apakah ada masalah atau tidak. Jika ada masalah akan diperbaiki. Bagi jamaah usia 60 tahun dan dicurigai memiliki gejala akan diberikan rekomendasi untuk rontgen.

Jamaah juga diperiksa golongan darah, kadar hemoglobin, asam urat, kolesterol. Bagi jamaah haji wanita usia subur diperiksa tes kehamilan. Jamaah juga wajib mendapatkan vaksin meningitis. Kalau jamaah tidak dilakukan vaksin meningitis dan tidak ada bukti telah dilakukan vaksin maka jamaah tidak bisa masuk ke negara lain. Selain itu ada vaksin influenza yang tidak wajib tetapi dianjurkan sesuai jadwal. Tim dokter juga memberikan anjuran seperti istirahat cukup, menjaga makanan yang dikonsumsi, dan informasi mengenai hal-hal yang harus dipersiapkan jamaah.

Dokter melakukan tahap pertama pemeriksaan seperti menanyakan keluhan dan gangguan kesehatan yang dirasakan jamaah, pemeriksaan berat badan dan tekanan darah. Setelah itu dilakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium meliputi pemeriksaan golongan darah, pemeriksaan asam urat, kolesterol, gula darah dan pemeriksaaan kehamilan dengan tes urine bagi wanita usia subur. Serta pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) jantung. Setelah itu tim dokter melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan jika pada pemeriksaan pertama ditemukan penyakit atau kelainan. Misalnya jamaah yang menderita penyakit fungsi paru atau jantung maka akan diadakan pemeriksaan lanjutan yang akan direkomendasikan ke dokter rumah sakit di Mekkah.

Banyak calon jamaah dari Sidrap dan Pinrang hobi makan plekok itik yang terbuat dari daging bebek. Namun makanan ini merupakan penyumbang kolesterol dan asam urat, ditambah lagi kebiasaan masyarakat suka makan nasi dalam porsi banyak dan lauk banyak. “Ini bisa dibilang penyakit setiap tahun, setiap saat ada karena kebiasaan dan pola makan yang banyak santan sehingga banyak penderita asam urat,” jelas dokter yang juga berdinas di rumah sakit ternama di Kabupaten Sidrap Makassar.

Saat berada di Tanah Suci, setiap jamaah juga bisa dengan mudah mengetahui lokasi posko kesehatan dari tim dokter karena informasinya biasa ditempel di restoran, di pintu-pintu yang mudah dilihat jamaah dan juga di kamar jamaah. Tim dokter juga menerima keluhan dari jamaah maupun melakukan pemeriksaan rutin melalui perwakilan ustadz yang mendampingi jamaah saat berada di Tanah Suci. “Biasanya saat di restoran, karena pasti jamaah makan dan kumpul di situ. Atau di mushola hotel maupun saat ada acara-acara ceramah dari ustadz,” tambah dr. H. Mohammad Nur Taaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *