Cerita Menteri Agama Lukman Jadi Petugas Haji di Usia 28 Tahun

oleh
Lukman Hakim Saifuddin

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ternyata pernah menjadi petugas haji Indonesia saat masih muda. “Saat pertama kali menjadi petugas haji, usia saya 28 tahun,” ujar Menag mengawali ceritanya, Senin (02/07) di hadapan peserta pembekalan Media Center Haji 1439H/2018M, di Jakarta.

Menag Lukman yang saat itu berangkat menjadi petugas sebagai wakil dari unsur ormas Islam mengaku belajar banyak hal selama menjadi petugas haji. Salah satu pelajaran yang paling membekas menurut Menag Lukman adalah pelajaran mengenai ilmu sabar. Menjadi pelayan tamu Allah menurut Menag Lukman harus dilakukan dengan hati dan perasaan.

Menag menuturkan, rasa ini penting karena petugas menjalankan tugas yang mulia. Yaitu melayani para tamu-tamu Allah. “Melayani itu harus dengan emosi, dengan rasa. Ini soal rasa, tidak cukup dengan logika,” kata Menag.

Menurutnya, di usia yang masih relatif muda saat itu, tentu menjadi pelayan jemaah haji bukan hal yang mudah. Maka bila saat itu ia tidak menyertakan “rasa” dalam pelayanannya, pekerjaan sebagai pelayan jemaah tentu menjadi berat.
“Dengan rasa, kita kemudian sadar kita hadir di sana sebagai apa. Maka menurut saya, modal utama petugas adalah kesabaran,” lanjutnya.

Lukman mengaku, selain kesabaran banyak hal lain yang ia pelajari saat jadi petugas. “Kita banyak belajar perilaku orang. Belajar bagaimana ibadah yang merupakan bentuk komunikasi kita dengan Tuhan kita,” tutur Lukman.

Saat menjadi petugas itu, tak jarang Menag Lukman menemui perilaku jemaah yang juga menguji sisi emosional. “Ada yang misalnya tiba-tiba panggil, ‘eh mas, itu koper saya tolong diangkat ke sana. Kan saya sudah bayar’, dan sebagainya,” cerita Menag.

Di sini Menag berpesan agar sebagai petugas harus mampu mengolah rasa. “Kalau hanya berpikir dengan logika, maka tidak bisa menjalankan tugas dan kewajiban kita dengan hasil yang baik,” kata Menag.

Terakhir Menag pun berpesan, kepada segenap petugas MCH agar dapat menjaga kesehatan. “Petugas haji itu pekerjaan 24 jam. Kadang kita sangat idealis dalam bertugas, sehingga lupa jaga kesehatan. Saya minta, bagi petugas untuk perhatikan betul perilaku hidup bersih dan sehat selama bertugas di sana,” pesan menteri yang selalu memilih tinggal di Kantor Daker Mekah selama penyelanggaraan ibadah haji ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *