Melihat Dakwah Islam dan Pemilu di Kelantan Malaysia

oleh

Dakwah dan syiar Islam di Kelantan Malaysia tumbuh berkembang. Saat ini, di Kelantan Malaysia sedang dalam proses dan rangkaian pemilihan umum.

“Kedatangan saya ke Kelantan Malaysia, ketika itu, sebenarnya karena ingin tahu lebih dekat dengan penyelanggaraan Pemilu yang diselenggarakan di Kelantan. Tentu saja, tidak afdhol, jika tidak sekalian melihat langsung pekembangan dakwah Islam di negeri itu,” kata Adelina, WNI yang saat ini sedang berada di Kelantan.

Meski waktu yang hanya sebentar, karunia yang besar dapat menghadiri dan syukuri bisa langsung melihat dakwah di Kelantan Malaysia, khususnya banyak bertemu dan melihat langsung aktifitas Partai Islam se-Malaysia (PAS). Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak.

Adelina mengaku, beberapa teman dekatnya, yang juga anggota Muslimah PAS, mengajak langsung kampanye PAS. Dari sinilah, ia kemudian mengenal lebih dekat calon Parlemen PAS di Bachok seperti; Ustad Nik Abduh bersama dengan Istri ( Kak Fara ). Hj Mie bersama dengan Istri ( Kak Yah )

“Keberhasilan Kelantan dalam penerapan syariat Islam, tidak bisa dipisahkan dari peranan besar Tuanku Guru Nik Abdul Aziz Nikmat, seorang pemimpin yang berhasil memadukan perkataan dan perbuatan dalam dakwah. Setelah dia terpilih menjadi menteri besar Kelantan melalui partainya,” jelas beliau dengan ramah.

Bahkan, lanjut dia, pembiayaan kampanye PAS di Kelantan berasal dari sumbangan dari masyarakat . Ini jauh berbeda dengan sikap kalangan DPR kita yang justru didanai dari masing masing partainya sendiri. Dengan sifat zuhud dan waranya PAS terpercaya oleh pemilihnya baik yang muslim atau non muslim untuk menjabat di Kelantan.

Calon parlemen selain dikenal akhlaq nya, keberhasilan PAS dalam berdakwah khususnya di negeri Kelantan adalah pembangunan yang pesat di sektor perbankan non-ribawi dengan program ungulannya yaitu syarikah Rahn yang banyak membantu ekonomi rakyat. Larangan minuman keras dan zina terutama bagi orang Islam. Tetapi, UU wajib berjilbab di negeri itu belum terealisasi karena pemerintah pusat belum mengijinkannya. Walau demikian, pemakai busana muslimah terus meningkat tajam.

Di bidang pendidikan negeri, Kelantan bisa mengalokasikan dana yang cukup besar, Dan yang perlu dicatat, penguasa negeri Kelantan memberlakukan peraturan bagi pekerja perempuan yang melahirkan berhak dapat cuti kerja selama dua tahun, tentu beda dengan di negara kita. Meski Islam adalah mayoritas, pekerja perempuan diperlakukan sangat tidak manusiawi.

Meski pemerintah sering berusaha menekan pengaruh PAS agar tidak semakin berkembang, Kelantan termasuk negeri yang makmur di Malaysia. Para wisatawan banyak yang berkunjung ke ke negeri ini terus meningkat.

Di sektor wisata tahun 1990 hanya 60 ribu saja yang berkunjung ke Kelantan, maka untuk pada tahun 2018 jumlahnya meningkat pesat sampai lebih dari jutaan turis domestik dan mancanegra, walamupun di Kelantan semua liburan malam/night club, perjudian, minuman keras tidak diijinkan setelah PAS berkuasa

“Akhirnya Kelantan dan Trengganu –dua contoh penerapan Islam di Malaysia– menang atau kalah Pemilu namun akhlak pemimpin negeri Kelantan, dan kezuhudan Almarhum Tuan Guru Nik Aziz Nik Mat, adalah pelajaran penting yang bisa ditiru pemimpin Indonesia. Setidaknya, menjadikan Kelantan bisa menjadi sebuah miniatur negara Islam yang bisa ditiru dan didambakan kaum muslimin dunia,” tutup Adelina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *