Pentingnya Profesionalisme Muthowwif Layani Jemaah Haji & Umrah

oleh

Sebanyak 25 Muthowwif mengikuti rangkaian kegiatan Workshop bertajuk “Profesionalitas Dalam Program Pelayanan Jamaah Umrah dan Haji” yang digagas oleh Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo) di Hotel Anjum, Makkah, pada Jum’at (20/4/2018) Waktu Arab Saudi.

Ketua Umum Asphurindo, Syam Resfiadi mengatakan, program Workshop ini dihelat sebagai wujud dukungan Asphurindo atas Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI yang tertuang dalam Nomor: KEP. 55/MEN/III/2009 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Sektor Pariwisata Bidang Jasa Pramuwisata dan Pemimpin Perjalanan Wisata (Tour Leader).

“Posisi Muthowwif merupakan posisi strategis dalam bagian pelayanan jamaah umrah dan haji. Mereka harus mengetahui harapan jamaah begitu pula harapan travel terhadap mereka,” terang Syam di Mekkah, Sabtu (21/4/2018).

Dalam pemaparan materinya, Syam menjelaskan profesionalisme Muthowwif harus lengkap sesuai dengan SKKNI.

Adapun pengelompokan unit-unit dalam SKKNI bagi pimpinan perjalanan wisata (muthowwif/tour leader) dapat dikelompokkan ke dalam tiga kodefikasi;

1. Kodefikasi kelompok unit kompetensi umum (01) yakni, Muthowwif harus bekerjasama dengan kolega dan wisatawan. Bekerja dalam lingkungan sosial yang berbeda. Mengikuti prosedur kesehatan, keselamatan dan keamanan tempat kerja. Menangani kasus. Serta mengembangkan dan mengaplikasikan pengetahuan pariwisata.

2. Kodefikasi kelompok unit kompetensi inti/fungsional (02) yakni, Muthowwif harus melakukan persiapan tour. Mengkoordinasikan jadwal persiapan. Mengembangkan pengetahuan destinasi. Mengatur saat keberangkatan, transit, tiba, di kendaraan, chek in dan chek out hotel. Mengatur peserta tour, mengelola tour tambahan. Mengatur perpindahan modal transportasi. Mengelola permasalahan yang tidak terduga. Mengenal keluhan peserta sat tour. Serta mengelola laporan tour.

3. Kodefikasi kelompok unit kompetensi khusus/spesifik pendukung (03) yakni, Melakukan komunikasi secara lisan dalam bahasa Arab pada tingkat operasional dasar. Membaca dalam bahasa Arab pada tingkat operasional dasar. Serta menulis dalam bahasa Arab pada tingkat operasional dasar.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar. Semoga apa yang kita harapkan, yaitu terciptanya guide atau tour leader yang professional terus terwujud,” tutup Pria yang juga merupakan Direktur Utama Travel umrah haji terkemuka di Indonesia, Patuna Travel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *