Totalitas Melayani Jemaah di Tanah Kelahiran Para Nabi

oleh

Madinah – Ratusan rombongan Alisan Travel Umrah & Haji tiba di Bandara Madinah, Jumat 2 Februari 2018. Jamaah umrah ada yang masik anak-anak, remaja, bapak-bapak, ibu-ibu dan ada juga yang sudah sepuh atau lanjut usia. Semuanya terlihat ceria, penuh semangat memenuhi panggilan Allah SWT.

Jarum jam di bandara Madinah menunjukkan pukul 02.00 dini hari, lebih lama sekitar 4 jam dari waktu di Indonesia. Artinya di Indonesia hari Jumat, sekitar pukul 06.00 WIB.

Petugas dari Alisan menunjukkan totalitasnya dalam melayani jemaah. Koper-koper bagasi jemaah dibawa masuk ke bus-bus yang sudah stanbay di parkiran bandara. Mereka dengan sabar mengarahkan jemaah menuju bisnya masing-masing.

“Koper-koper bapak ibu nanti langsung kami antar ke kamar masing-masing,” kata petugas Alisan bernama Haramain di dalam bus.

Artinya, jemaah tak perlu khawatir akan keamanan koper barang bawaan dan tak perlu repot-repot. Di bus, Haramain memperkenalkan diri dan kemudian menyampaikan cerita kota Madinah dan Nabi Muhammad SAW.

Ia mengajak jemaah untuk memperbanyak membaca salawat kepada Nabi Muhammad SAW. Baik itu selama perjalanan di dalam bus dan ketika nantinya tiba di hotel.

Perjalanan dari bandara ke Millenium Aqeeq hotel bintang lima kurang dari satu jam. Di ponsel pintar, suhu kota Madinah di angka 17 derajat.

Dari hotel, jemaah langsung menuju Masjid Nabawi. Jalan kaki dari hotel, kurang lebih 5 menit sudah sampai di Masjid Nabawi. Jemaah umrah Alisan Milad ke-18 ini menunaikan ibadah salat Subuh berjamaah.

“Alhamdulillah, kita dipanggil lagi ke Tanah Suci,” kata salah satu jemaah umrah milad Alisan ke-18 sembari berkaca kaca dan akhirnya meneteskan air mata.

Petugas dari Alisan tak bosan-bosannya mengingatkan kepada jemaah umroh. Terlebih mereka yang baru pertama kali menginjakkan kaki di tanah kelahiran para Nabi ini.

Usai menunaikan ibadah salat Subuh berjamaah di Masjid Nabawi, jemaah umroh milad Alisan ke-18 diajak melaksanakan ziarah ke makam Rasulullah SAW. Makam Nabi terletak di bawah kubah hijau di Masjid Nabawi. Sebelum masuk makam, jemaah diingatkan untuk tetap suci berwudhu. Bagi mereka yang batal atau tidak suci, dihantarkan ke tempat wudhu untuk memperbarui wudhu atau bersuci terlebih dahulu.

Kebersamaan terasa di dalamnya, antara jemaah satu dengan yang lain. Petugas atau pembimbing Alisan menunjukkan totalitasnya dalam mendampingi jemaah. Jemaah pria akan dipandu oleh petugas pria dan jemaah wanita akan dipandu oleh petugas wanita. Mengingat pintu masuk ke masjid Nabawi terpisah antara pria dan wanita.

“Kalau haji dan umroh, saya selalu pakai Alisan terus. Saya pakai Alisan sejak tahun 2004, dulu belum seramai ini dan sekarang Alisan sudah besar, banyak jemaahnya,” kata salah satu jemaah Alisan asal Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *