Kemendikbud Terus Dorong Lahirnya Keluarga Hebat

oleh

Keluarga hebat sangat diharapkan dan menjadi idaman setiap orang. Dari keluarga yang hebat, akan lahir generasi-generasi penerus bangsa yang handal dan berkualitas. Begitulah pesan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud Harris Iskandar saat mengantarkan Ngadiyo dan Lasiyem, orang tua dari Janu Muhammad sebelum berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah.

Janu merupakan sebagian kecil anak bangsa yang sukses meraih gelar master di bidang geografi. Anak dari pasangan Ngadiyo dan Lasiem ini pada tahun 2015 lolos seleksi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang kemudian kuliah di London. Yang tambah membuat salut dan haru, orang tua Janu bukanlah terbilang orang yang berada atau orang berkecukupan yang banyak duit. Jauh dari itu, bapaknya bekas kuli bangunan dan ibunya hanyalah seorang penjual sayur di Pasar Sleman.

“Mas Janu ini ikut program LPDP, ini program Kemendikbud cuman masyarakat lebih mengenalnya dari Kementerian Keuangan. Itu dari dana abadi pendidikan yang kemudian dikelola oleh lembaga mandiri yang namanya LPDP. Itu joint operation dari Kemendikbud dan Kementerian Keuangan,” kata Harris.

Menurut dia, biaya bukan menjadi penghalang untuk meraih cita cita. Asal ada tekad, kemauan, kerja keras dan doa, semua bisa tercapai. Hal ini dibuktikan dengan kisah keluarga Ngadiyo dan Lasiyem. Meskipun sang bapak bekas kuli bangunan dan ibu penjual sayur di Pasar Sleman, Janu Muhammad naknya menorehkan segudang prestasi yang membanggakan.

“Mohon didoakan agar lebih banyak lagi keluarga hebat melahirkan Janu Janu yang hebat. Doanya juga agar lebih banyak lagi pengusaha-pengusaha kayak Pak Ali,” pinta Harris.

Atas prestasi yang diraih Janu dan keluarganya, pimpinan Alisan Travel, Ali Mohamad Amin juga ikut bangga. Ia terketuk hatinya untuk memberikan apresiasi terhadap kedua orang tua Janu.

Ali mengatakan, keberhasilan Ngadiyo dan Lasiyem mendidik Janu hingga mampu meraih gelar Magister dari universitas terkemuka luar negeri membuat dia terharu.

“Ini sangat sulit saya bayangkan, dengan keterbatasan ekonomi, menyekolahkan anak sampai S2 di luar negeri itu sangat sulit,” jelas dia.

Pihaknya ingin memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Ngadiyo dan Lasiem. Yaitu dengan memberikan tiket umrah gratis kepada keduanya untuk menjadi tamu Allah SWT. Berangkat ke Tanah Suci, untuk menunaikan haji atau umrah adalah impian orang tua Janu.

“Waktu itu ada acara di Kemendikbud. Jadi kami hadir diundang, kami melihat ada profil sosok Ibu Lasiyem dan Pak Ngadiyo. Kami tersentuh begitu melihat mereka punya keterbatasan. Penghasilan yang sangat minim, hanya penjual sayur bisa menyekolahkan anaknya ke London,” kata Ali.

Ngadiyo dan Lasiyem beserta Janu putra kebanggaannya ini, duduk satu meja dengan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kemendikbud Harris Iskandar dan owner Alisan Travel Umrah dan Haji, Ali Mohamad Amin. Mereka bercerita santai soal pendidikan dan segudang prestasi yang ditorehkan Janu. Meskipun orang tuanya memiliki biaya yang sangat terbatas dan hanya sebagai penjual sayur. Toh, cita-cita dapat dikejar dalam genggaman dengan usaha dan kerja keras.

“Dari sini kami ingin mengetuk hati orang-orang, masyarakat luas, bahwasanya tak semua yang mampu bisa menyekolahkan anak ke luar negeri. Sosok seperti Pak Ngadiyo dan Ibu Lasiyem itu bisa meskipun dengan keterbatasan,” kata Ali menekankan.

Tak ada motif dan harapan apapun Alisan Travel memberangkatkan orang tua hebat ini. Kecuali hanya memohon keberkahan kepada Allah SWT.

“Hanya melihat beliau ini menyekolahkan anaknya begitu hebatnya. Kami tersentuh dan memberikan apresiasi. Tidak lebih dari itu dan kami ingin keberkahan dalam hidup,” jelas Ali.

Menurutnya, dalam menjalani hidup di dunia ini tidak bisa hanya dinilai dengan finansial saja. Alisan Travel ingin dipenuhi keberkahan dalam berusaha dengan segenap aktifitas yang lain dan memberikan manfaat terhadap banyak orang.

Ali menambahkan, semua jemaah umrah Milad Alisan ke-18 yang berangkat ini semuanya VIP. Tak terkecuali pelayanan fasilitas yang diberikan dan diterima oleh orang tua Janu, Ngadiyo dan Lasiyem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *