Ini Pertanyaan yang Paling Sering Disampaikan Jamaah Umrah

oleh
Ust. Sofian (kedua dari kanan)

Animo masyarakat muslim Indonesia untuk melaksanakan ibadah umrah semakin meningkat, menurut data dari Kementerian Agama RI bahwa pada tahun 2015 jemaah umrah asal Indonesia berjumlah sekitar 687.249 jemaah kemudian di Tahun 2016 meningkat menjadi sekitar 703.311 jemaah umrah.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi melalui websitenya http://www.haj.gov.sa merilis pertanyaan-pertanyaan yang paling banyak dilontarkan para penanya seputar umrah, berikut daftar pertanyaan-pertanyaannya :

Bagaimana cara jemaah umrah datang ke Saudi?
Caranya pertama-tama mendaftar melalui e-Umrah

Kapan musim umrah dimulai?
Musim umrah dimulai pada tanggal 1 Safar pada setiap tahunnya

Kapan musim umrah berakhir?
Musim umrah berakhir pada tanggal 15 Syawwal

Kapan batas waktu penerimaan pengajuan visa umrah?
Pengajuan visa berakhir pada akhir bulan Sya’ban

Kapan batas akhir boleh masuk ke Saudi bagi pemegang visa umrah?
Akhir bulan Ramadhan

Kapan batas akhir jemaah diperkenankan tinggal di Saudi sehingga penyelenggara umrah tidak dinyatakan melanggar?
Hingga berakhir program travel yang memberangkatkan

Berapa lama masa tinggal jemaah umrah di Saudi?
Visa jemaah umrah masanya hanya satu bulan

Apa yang harus dilakukan jika jemaah umrah kehilangan paspor?
Jika jemaah umrah kehilangan paspor, maka langkah-langkah yang harus ditempuh adalah : 1. Harus melaporkan kehilangan paspor ke kantor polisi yang berada di area tempat paspor tersebut hilang 2. Polisi mengeluarkan surat keterangan hilang untuk jemaah umrah yang kehilangan paspor tersebut 3. Setelah itu jemaah umrah harus menyerahkan surat keterangan hilang kepada travel yang memberangkatkannya 4. Selanjutnya travel mengeluarkan “print out” data paspor jemaah umrah yang dibubuhi stempel resmi perusahaan 5. Selanjutnya salah satu karyawan travel mendampingi jemaah umrah yang kehilangan paspor untuk membuat Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) ke Perwakilan (Konsulat) 6. Selanjutnya Konsulat akan mengeluarkan SPLP berdasarkan Surat dari Polisi dan print out yang dibubuhi stempel resmi perusahaan dan akan menjadi lebih baik jika di sertakan dokumen pendukung lainnya seperti KTP. 7. Seleanjutnya Penyelenggara umrah dan jemaah umrah harus ke Imigrasi Arab Saudi untuk mendapatkan stempel resmi sehingga dapat pulang ke tanah airnya masing-masing.

Sumber: Kantor Urusan Haji Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *